News Room, Jumat ( 12/12 ) Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Kabupaten Sumenep, akan mengundang para pelaku Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) dan Kepala Desa di Kabupaten Sumenep untuk membahas penyelamatan dana PNPM yang sudah berjalan di masyarakat selama ini. Kepala BPMP Kabupaten Sumenep, H. Achmad Masuni, SE, MM kepada News Room, Jumat (12/12) mengatakan, setelah program PNPM nantinya sudah diganti, maka perlu diinventarisir aset yang ada di 332 Desa di Sumenep. “Inventarisir aset fisik dan keuangan sangat penting sebagai langkah antsipatif, agar tidak sampai berpindah tangan dan nantinya menjadi aset Desa,”ujarnya. Kemungkinan aset PNPM berpindah tangan, tegas H. Achmad Masuni memang bisa saja terjadi, termasuk kemungkinan masih adanya tunggakan dana bergulir ditangan kelompok penerima, yang juga harus diketahui dan terus bisa dikelola dengan baik. Sebab, untuk aset fisik bangunan yang telah dihasilkan oleh PNPM di Kabupaten Sumenep, banyak yang berwujud Gedung Taman Kanak-Kanak, Gedung untuk kegiatan Polindes, Sarana Jalan, Irigasi dan sebagainya. “Jadi, nantinya kami bicara dengan para pelaku PNPM dengan para Kepala Desa, dalam pengelolaan aset PNPM tersebut, karena ini perlu diselamatkan dan kemudian ke depan bisa dikembangkan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,”tambahnya. ( Ren, Esha )