News Room, Sabtu ( 23/07 ) Penanaman tembakau yang dilakukan oleh petani belum mencapai target, sebab hingga saat ini, areal tanaman tembakau masih dibawah proyeksi areal tanam tahun ini. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Ir. Arief Rusdi, Sabtu (23/07) mengatakan, hingga saat ini, lahan tanam tembakau yang digarap petani mencapai 85 persen, yakni seluas 19.715 hektar dari ketetapan seluas 22.333 hektar. Hasil pantuan jajaranya dilapangan pada bulan ini, sebagian petani masih menanam tembakau, namun juga sejumlah petani di beberapa Kecamatan sudah mulai memanen tembakau, seperti petani tembakau di Kecamatan Bluto, Guluk-guluk, Pasonggongan dan Rubaru. ”Dari total areal yang ditanami masih sekitar 15 pesren yang sudah panen, tapi panen tembakau itu khusus tembakau di daerah pegunungan dan biasanya, yang panen bulan ini mulai menanam sejak bulan Mei 2011 lalu,”tegasnya. Arief Rusdi menyatakan, petani tembakau diharapkan tidak menanam tembakau di lahan sawah, sebab gudang tembakau memprioritaskan pembelian tembakau tegalan dan gunung, sehingga lahan persawahan tidak ditanami tembakau, namun petani hendaknya mengganti dengan tanaman yang lain, agar tidak merugi. ”Saya himbau, lahan sawah tidak ditanami tembakau tapi diganti dengan tanaman lain, agar menghasilkan bagi masyarakat,”ungkapnya. Sementara itu lahan yang dinilai cocok untuk tanaman tembakau di daerah yang tersebar di 17 Kecamatan wilayah daratan. Sedangkan proyeksi lahan tanam tembakau pada tahun ini seluas 22.333 hektar, dengan estimasi produksi sebanyak 13.400 ton tembakau rajangan. ( Yasik, Esha )