News Room, Sabtu ( 18/04 ) Sementara itu, areal tanaman kedelai di Kabupaten Sumenep, saat ini sudah mencapai angka yang signifikan, ada sekitar 6.760 hektar lahan sawah dan tegal yang tersebar dibeberapa Kecamatan di Sumenep. Bahkan, hasil produktifitas kedelai pada musim tanam 2008 lalu mencapai 16,74 kwintal per-hektar. Jadi dperkirakan jumlah hasil produksi kedelai dari areal yang ada bisa mencapai sebanyak 113.170 kwintal. Menurut keterangan Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. H. Satam, M.Si, dari areal ribuan hektar lahan kedelai tersebut, yang paling banyak memang berada di Kecamatan Guluk-guluk. Ada sekitar 2.287 hektar berada disana, sedangkan yang dikelola Kelompok Tani Barokah, yang merupakan kelompok tani terbaik Jatim 2008 ini, mencapai 35,5 hektar dengan asumsi menghasilkan 2,4 ton per-hektar, berarti bisa menghasilkan 80 ton lebih yang diperoleh kelompok tani ini. "Kita optimis, dengan meningkatnya produktifitas dan peningkatan harga yang baik akan merangsang petani lain untuk melakukan produktifitas kedelai pada tahun berikutnya. Sebab, saat ini harga kedelai sudah mencapai Rp. 6.000,00 hingga Rp. 7.000,00 per-kilogram,"ujar H. Satam. Secara teknis pola penanaman kedelai ini sangatlah mudah, dengan rasio gagal panen hampir tidak ada. Hal itu juga diungkapkan Koordinator Penyuluh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Sunardiono, S.Pt. Dijelaskan, yang penting dilakukan dengan menerapkan teknologi yang ada. Misalnya, petani menggunakan benih unggul berlebel varietas Wilis, yang sudah terbukti dilakukan Kelompok Tani Barokah Kecamatan Guluk-guluk. "Yang penting, pula penggunaan pupuk harus berimbang dan melakukan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) berdasarkan sistem pengendalian hama terpadu (PHT) serta melakukan panen dan pasca panen sesuai anjuran. Jika itu dilakukan, maka hasilnya akan baik,"pPungkasnya. ( Ren, Esha )