News room, Rabu ( 23/04 ) Program prioritas Pemerintah Propinsi Jawa Timur pada kegiatan Musrenbang Propinsi Jatim baru-baru ini, APBD tahun 2009 nanti lebih dititik beratkan pada peningkatan pelayanan dasar masyarakat, memperkuat kwalitas ekonomi, serta peningkatan aksebilitas terhadap kualitas pendidikan dan kesehatan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si. Menurutnya, program Pemprop Jatim tersebut tidak jauh beda dengan program Pemerintah Kabupaten Sumenep. Karena itu tegas H. Soengkono, pihaknya juga mempersiapkan pelaksanaan program tersebut agar dapat terlaksana dengan baik sesuai harapan masyarakat. Salah satunya melalui program pemberdayaan masyarakat dibeberapa instansi terkait, selain memberikan pembekalan ketrampilan juga bantuan peralatan yang dapat menambah pendapatan masyarakat sendiri. Sedangkan di bidang peningkatan kesehatan salah satunya juga dilakukan pendataan warga miskin kembali. Sebab, data penerima Askeskin dari pusat ternyata masih simpang siur, karena banyak yang tidak ter-cover, bahkan yang bukan tergolong miskin mendapat Askeskin, dan usulan untuk diberikan ke Rumah Sakit Daerah ternyata dibatalkan, sehingga tetap di Puskesmas. Padahal menurut H. Soengkono, yang banyak pelayanan Askeskin justru di Rumah Sakit Daerah. Namun hal itu hanya persoalan mekanisme saja. Karena itu, Pemerintah Kabupaten diwajibkan ada dana pendampingan subsidi silang melalui PAK nanti, agar persoalan masyarakat miskin tetap tertangani dengan baik. Sementara itu, mulai tahun ini Pemerintah Propinsi Jawa Timur mulai menggarap untuk menjadikan Jawa Timur sebagai daerah agrobisnis global, khususnya ditingkat Asia. Karena itu, masing-masing Kabupaten/Kota di Jatim ini mempersiapkan potensi lokal yang dapat dijual keluar. Apalagi untuk kawasan Madura pada pasca Jembatan Suramadu, misalnya Kabupaten Sumenep yang kaya dengan potensi kelapa, rumput laut, cabe jamu dan sebagainya, nantinya dapat didesain sedemikian rupa dan masuk ke data para investor, dan tinggal connect di layar komputer. Untuk itu dalam pembenahan infrastruktur melalui Struktur Organisasi (SO) baru nanti dipersiapkan pula Dinas atau Badan yang khusus menangani penanaman modal, ada Kantor Ketahanan Pangan serta Kantor Pasar yang berdiri sendiri. ( Ren, Esha )