News Room, Kamis (06/11) Dana Alokasi Umum (DAU) pada tahun 2009 mendatang, untuk Kabupaten Sumenep, diperkirakan bertambah dibandingkan tahun 2008 kemarin, yakni dari Rp600 Milyar lebih menjadi Rp800 Milyar lebih. Sehingga, kenaikan itu akan mempengaruhi anggaran pendapatan belanja daerah (APBD), yang juga diprediksi naik mencapai Rp1 Trilliun. Ketua DPRD Sumenep, Abuya Busyro Karim menilai, kenaikan anggaran 2009 nanti sangat wajar. Sebab, diiringi dengan tingginya kebutuhan pemerintah Kabupaten Sumenep, yang dibarengi makin bertambahnya jumlah pegawai negeri sipil (PNS). “Apalagi pada tahun ini dikabarkan akan ada rekrutmen CPNS. Jadi, otomatis DAU maupun APBD 2009 pasti bertambah. Namun, yang menjadi pertanyaan meski anggaran tiap tahun bertambah, tapi pembangunan di Sumenep belum menunjukkan ada peningkatan,†terang Busyro, kepada wartawan dikantornya, Jalan Trunojoyo, Sumenep, Kamis (06/11). Sementara, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD), Achmad Masuni,SE,MM juga mengatakan, bahwa DAU dan APBD 2009 nanti pasti bertambah. Sebab, jika dilihat dari jumlah PNS Kabupaten Sumenep yang mencapai 11 ribu pegawai, maka uang yang harus dikeluarkan setiap bulannya rata-rata mencapai Rp27 Milyar. Namun, dengan adanya penambahan PNS 2009 nanti, bisa dipastikan uang yang dikeluarkan juga bertambah sebesar Rp28 hingga Rp29 Milyar tiap bulannya. “Itu untuk bayar gaji PNS saja, belum untuk pengeluaran lain-lainnya. Jadi, dengan adanya pengangkatan pegawai harian lepas (PHL) menjadi PNS, maka sudah diperkirakan DAU maupun APDB 2009 akan naik,†ujarnya. Masuni menjelaskan, bahwa sebenarnya uang yang beredar di Kabupaten Sumenep ini cukup besar. Namun, hal itu nampaknya tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian. “Roda perekonomian di Sumenep kok biasa-biasa saja ya. Padahal, uang yang beredar hampir mendekati 1 trilliun.(Nita,Gun)