News Room, Senin ( 01/07 ) Penerapan standar kompetensi manajeril jangan dimaknai, untuk menentukan tunjangan PNS semata. Namun, yang lebih penting, bagaimana birokrasi benar-benar bekerja secara baik. Dimana sistem, person atau aparaturnya bekerja dengan profesional. Jika nanti berkembang untuk menentukan tunjangan PNS, mungkin itu juga baik. Sebab, tunjangan pegawai diukur dari kinerjanya, bukan karena yang lainnya. sehingga birokrasi bisa menghilangkan kesan pegawai goblok, pintar sama saja. Hal tersebut ditekankan Bupati Sumenep yang disampaikan melalui Asisten Administrasi Umum Setkab Sumenep, Ir. Edy Sutrisno, pada pembukaan “Bimbingan Teknis Penyusunan Standar Kompetensi Manajerial” Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep Tahun 2013, di Ruang Arya Wiraraja Kantor Bupati Sumenep, Senin (01/07). Untuk itu, Tim Penyusun Standar Kompetensi Manajerial (TPSKM) Kabupaten Sumenep, jika telah bertugas nanti, agar melaksanakan tugasnya secara profesional dan tidak mengedepankan ego atau misi pribadi. “Bekerjalah sesuai aturan sehingga benar-benar merampungkan setiap tahapan penyusunan standar kompetensi manajerial di Kabupaten Sumenep.”ujarnya. Untuk itu tegas mantan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep ini, kemajuan birokrasi di Sumenep, ditentukan oleh hasil kerja tim. Karena, sistem kompetensi manajerial ini, akan digunakan sebagai persyaratan pengangkatan PNS dalam tugas jabatan di Kabupaten Sumenep. Karena itu kepada para kepala SKPD untuk bersungguh-sungguh melakukan monitoring dan pengawasan kepada para pegawai di lingkungan satuan kerja masing-masing. Bahkan, untuk meningkatkan kualitas birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, telah dilakukan analisis jabatan dan analisis beban kerja pada tahun 2012 lalu. Disamping pula telah melakukan fit and proper test bagi pejabat eselon II dan III yang telah dimulai sejak tahun 2011. “Fit and proper test tersebut dilatar belakangi oleh kebutuhan akan pejabat pemerintah yang kompeten, dan profesional di bidangnya. Bukan karena kedekatan maupun figur-figur tertentu, tapi karena kemampuan, kinerja dan kesetiaannya.”tambahnya. ( Ren, Fery )