Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-12-2021
  • 577 Kali

Antusias Guru Kelas Awal Ikuti Pelatihan Fasilitator Inovasi

Media Center Jum'at ( 03/12 ) Sejumlah guru kelas awal, kepala sekolah dan pengawas sekolah di Kabupaten Sumenep yang mengikuti Pelatihan Fasilitator Inovasi dalam rangka Gerakan Inovasi Literasi Baca Tulis dan Hitung (Gisiblistung) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Tim Inovasi Jawa Timur, sangat antusias dengan kegiatan tersebut.

Seperti halnya yang disampaikan salah seorang peserta perwakilan guru SDN Romben Guna 1 Kecamatan Dungkek, Kalsum, S.Pd.SD, jika dengan mengikuti Pelatihan Fasilitator Inovasi tersebut banyak menambah wawasan baru. Itu disadari jika selama ini dirinya hanya mengajar monoton bahkan cenderung kaku, kali ini merasa memiliki wawasan baru apa yang akan dilakukan ketika mengajar di sekolahnya.

"Syukur alhamdulillah dengan mengikuti pelatihan Inovasi ini dapat menjadi fasilitator, karena sudah memiliki bekal bagaimana meningkatkan literasi pada siswa dengan kreatif. Seperti contoh yang kami terima bagaimana mengajar menggunakan picture, buku siksak, buku saku, dan sebagainya," ujar Kalsum penuh antusias, Jum'at (03/12/2021).

Hal senada juga disampaikan Hasan Basri, Guru SDN Sukajeruk 2 Kecamatan Masalembu yang merupakan kepulauan terjauh di Kabupaten Sumenep ini, jika dengan pelatihan Inovasi tersebut dirinya termotivasi untuk melaksanakan Inovasi sebagai wawasan baru bagi dirinya.

"Dari sajian pelatihan Inovasi ini saya termotivasi untuk segera menerapkan di sekolah kami, tentunya dengan hal baru ini anak didik akan senang dan lebih mudah untuk berkembang," tandasnya.

Hal itu juga didukung oleh Buang, Kepala SDN Sepanjang 1 Kecamatan Sapeken, jika dirinya tidaklah menyesal datang dari kepulauan yang jauh dari daratan dengan tujuan khusus mengembangkan pendidikan.

Kepala Sekolah yang juga Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sapeken ini mengaku, selama ini masyarakat Sapeken secara geografis lebih dekat dengan Bali dan Lombok, sehingga memerlukan perhatian khusus utamanya terkait dengann akses pendidikan.

"Di samping itu, sarana prasarana yang ada seperti akses internet dan komunikasi informasi sejenisnya memiliki keterbatasan, tidak seperti di wilayah daratan. Namun, dengan hadirnya inovasi ini akan mengurangi kendala yang ada dengan tetap berinovasi melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah," tambahnya.

Terkait dengan kegiatan fasilitator kecamatan sebagai tindakan berikutnya setelah mengikuti pelatihan Inovasi ini, tentunya harus tetap dilakukan sebagaimana harapan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep agar bisa menyebarluaskan kepada guru yang lain di wilayahnya.

Meskipun kendala geografis keberadaan jarak antar sekolah dibatasi oleh pulau-pulau kecil, namun tetap akan menjadi tanggung jawab sebagai fasilitator inovasi kecamatan untuk menyelesaikan tugas mulia tersebut.

Sementara itu, salah seorang Pengawas Sekolah Kecamatan Arjasa, Mulyono juga berharap agar Tim Fasilitator Inovasi kecamatan yang mendapat pelatihan Inovasi akan bersama-sama dengan Tim Fasilitator Inovasi kecamatan lainnya untuk melakukan ketuk tular pada guru-guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah lainnya di wilayahnya. Karena itu merupakan bentuk tanggung jawab yang telah diterima untuk dilaksanakan sebaik-baiknya.

"Kami akan melakukan koordinasi di tingkat Kecamatan Arjasa untuk ketuk tular hasil pelatihan Inovasi ini pada guru-guru khususnya guru kelas awal sesuai target yang ditetapkan Dinas Pendidikan agar bulan Januari mendatang sudah dilaksanakan di semua sekolah di Kabupaten Sumenep," tandasnya. ( Ren, Fer )