News Room, Kamis ( 20/06 ) Mendekati kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah pusat, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sumenep, AKBP Marjoko, Kamis (20/06) siang, secara langsung meninjau stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kecamatan Kota setempat. “Kami sengaja meninjau SPBU guna mengecek ketersediaan BBM, termasuk daya beli masyrakat. Apakah ada antrian atau tidak. Tapi, sampai siang ini (20/06) disemua SPBU di Kecamatan Kota Sumenep, terpantau lancar tanpa adanya antrian baik panjang maupun pendek,”terang Kapolres Sumenep, Kamis (20/06). Menurutnya, untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM ini, pihaknya telah menyiakan personel ditiap SPBU. Di Sumenep terdapat 5 SPBU di wilayah Kota, dan 3 SPBU di luar Kecamatan Kota Sumenep. "Di setiap SPBU, kami menyiagakan 5 personel. 3 personel dari Polres, dan 2 personel dari Polsek,”ujarnya. Penempatan anggota Polisi di SPBU tersebut, lanjut Marjoko, untuk melihat dan memantau, apakah tejadi antrian panjang menjelang kenaikan harga BBM atau tidak. Kemudian juga memantau stok BBM di SPBU, apakah cukup atau tidak. Sementara, Kepala Divisi Pengembangan Usaha PT. WuS (BUMD milik Pemkab Sumenep yang bergerak di SPBU), Susilo menjelaskan, hingga Kamis (20/06) sore, belum terjadi antrian pembelian BBM di SPBU yang dikelolanya. “Masih lancar-lancar saja kok. Belum ada antrian baik panjang maupun pendek,”terangnya. Bahkan, Susilo menuturkan, persediaan BBM baik premium dan solar masih mampu memenuhi kebutuhan konsumen. “Tiap hari BBM yang keluar tidak ada perubahan. Tetap kisaran 15,7 ton baik premium maupun solar,”ungkapnya. ( Nita, Esha )