News Room, Rabu ( 12/08 ) Akibat anomali cuaca, puncak musim kemarau yang mestinya terjadi sekitar bulan Agustus atau September, terlampaui lebih awal. Anomali tersebut menurut Prakirawan Cuaca BMKG Kalianget, Endriyono ditandai oleh turunnya hujan meski tak signifikan.
"Curah hujan masih di bawah 50 mm per-dasarian. Jadi masih normal-normal saja,"kata Endri, panggilan akrabnya, pada News Room.
Endri menambahkan, anomali tersebut diperkirakan tidak akan mengubah jadwal masuknya musim penghujan.
"Jadi tetap. Artinya memang bukan berarti musim kemarau tidak turun hujan sama sekali ya,"tambahnya. Mengenai potensi puting beliung ketika anomali cuaca disebut Endri tidak ada. Karena, pada umumnya puting beliung terjadi di masa transisi atau peralihan musim kemarau ke musim penghujan. ( Farhan, Esha )