Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-11-2009
  • 532 Kali

Angkut Solar Dan Mitan Ditangkap, Warga Sapeken Kekurangan BBM

News Room, Kamis ( 05/11 ) Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan minyak tanah langka di Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Kondisi itu, diakibatkan sering ditangkapnya kapal motor (KM) yang mengangkut BBM. Hal tersebut dikatakan enam kepala desa (kades) di Sapeken, ketika melaporkan kondisi tersebut pada anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Kamis (05/11) siang. Juru bicara enam kades dari Sapeken, Erfan Makmur, mengatakan, sejak bulan lalu, sebenarnya sudah ada potensi kelangkaan BBM jenis solar dan minyak tanah, dikarenakan tiga kapal angkut solar dan minyak tanah ditangkap. “Penangkapan terakhir terjadi Selasa (03/11) kemarin, disebelah barat periran Pulau Kangean, saat Kapal Motor (KM) Dara mengangkut 25 ton minyak tanah dengan jurusan Pulau Kangean,” terangnya. Saat ini, kata Erfan, harga solar di Sapeken tembus Rp. 8.000,00 per-botol yang tidak sampai 1 liter dari sebelumnya Rp. 6.000,00. Sedangkan minyak tanah Rp. 7.000,00 per-liter dari sebelumnya Rp. 5.000,00. “Meski harganya sudah melambung, tapi, saat ini warga di sembilan desa di Sapeken sulit mendapatkan solar dan minyak tanah, karena sudah langka,”ujarnya. Erfan menjelaskan, BBM yang dibutuhkan sebagian besar warga Sapeken memang hanya solar dan minyak tanah. Karena, sebagian besar warga Sapeken adalah nelayan yang membutuhkan solar untuk mesin perahunya. Sementara minyak tanah untuk kebutuhan dapur (memasak). “Kami berhap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep segera mencari solusi, guna mengatasi kelangkaan BBM di Sapeken. Sementara, Anggota DPRD asal Sapeken, Mohammad Ali, mengatakan, semestinya di Sapeken itu ada agen premium, minyak dan solar (APMS). Selama ini, stok BBM di Sapeken dipasok oleh pedagang setempat yang membeli BBM di Sumenep daratan. “Dalam waktu dekat, kami akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait, untuk membicarakan usulan adanya APMS di Pulau Sapeken, guna mengatasi persoalan solar dan minyak tanah,” tegasnya. (Nita,Esha)