Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-02-2011
  • 459 Kali

Angket SMA Negeri I Sumenep Menuai Keluhan Orang Tua Siswa

News Room, Selasa ( 22/02 ) Angket Instrumen Minat dan Dukungan Orang Tua Terhadap Penyelenggaraan SMA Negeri 1 Sumenep yang dikeluarkan pihak sekolah bagi siswa baru 2011, menuai keluhan orang tua siswa. Ketua LSM Sango, H. Moh. Hidayat mengatakan, pihakya mendapat keluhan sejumlah orang tua siswa yang anaknya ingin melanjutkan penddikan di SMA Negeri I Sumenep terkait dengan angket tersebut, sebab dalam angket tersebut ada uang pembangunan yang harus dipilih orang tua siswa, dengan ketentuan nominal yang pertama Rp. 2 juta, kedua Rp. 2.500.000,00, dan ketiga, daftar isian kosong. Semestinya, pihak sekolah tidak mengeluarkan Angket Intrumen Minat dan Dukungan Orang Tua Terhadap Penyelenggaran SMA Negeri 1 Sumenep, alasan orang tua tersebut, anaknya belum diterima di sekolah tersebut. ”Ini yang tidak benar dilakukan Kepala Sekolah, sebab semestinya Kepala Sekolah untuk mengeluarkan angket ataupun apa namanya harus menunggu siswa diterima disekolahnya. Dan untuk membuat angket dan sejenisnya, harus melalui Komite Sekolah, bukan Kepala Sekolah sendiri, tapi Kepala Sekolah mengajukan pada Komite Sekolah tentang program pembangunan sekolah setelah disetujui Komite dilanjutkan ke Dinas Pendidikan serta Bupati,”tegasnya. Moh. Hidayat menyatakan, pihak sekolah harus menghentikan hak angket tersebut, sebab Kepala Sekolah mengeluarkan hak angket tanpa bermusyawarah dengan Komite Sekolah. Sementara itu Kepala SMA Negeri I Sumenep, Moh. Sadik mengungkapkan, pihaknya mengeluarkan angket yang didalamnya berisi tentang nominal uang pembangunan, bukan angket untuk menentukan besaran uang pembangunan, namun hanya sebagai referensi sekolah, untuk mengetahui seberapa besar aspresiasi orang tua siswa terhadap calon sekolah anaknya. Namun yang jelas, pihaknya tidak mengarahkan dan menekan orang tua siswa untuk memilih nominal uang pembangunan dalam angket tersebut. Orang tua bebas memilih dan angket tersebut tidak terkait dengan penentuan penerimaan siswa baru, sebab pihaknya dalam menentuka siswa yamng lolos seleksi secara obyektif dan transparan. ”Angket ini hanya untuk referensi saja, jadi tidak ada kaitannya untuk menentukan penerimaan siswa. Meskipun orang tua memilih isian kosong, tidak usah khawatir anaknya takut tidak diterima di SMA Negeri I Sumenep, sebab jika anaknya pintar, pasti kami terima,”imbuhnya. Moh. Sadik menambahkan, setelah pihaknya menerima angket dari orang tua siswa, selanjutnya dikoordinasikan dengan Komite Sekolah, dan jika hasil angket yang berkaitan dengan nominal uang pembangunan, tidak mendapat persetujuan Komite Sekolah, pihaknya secara otomatis membatalkan uang pembangunan tersebut. ”Jika hasil angket tidak mendapat persetujuan Komite Sekolah, ya kami pasti membatalkan hasil angket tersebut, sebab angket yang dilakukan hanya sebagai referensi saja. Namun yang jelas, khusus bagi siswa yang tidak mampu mendapat prioritas, yakni siswa yang kurang mampu tidak dikenai uang pembangunan, dan membebaskan uang SPP,”tambahnya. ( Yasik, Esha )