Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-06-2012
  • 513 Kali

Angkat Perekonomian Sumenep Melalui Sarana Hiburan Masyarakat

News Room, Kamis ( 28/07 ) Sarana pemandian dan hiburan anak Water Park Sumekar (WPS) akhirnya dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. H. Abdullah Said, M.Si, mewakili Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si, Kamis (28/06). Dalam sambutannya Bupati Sumenep berharap, dengan adanya Water Park Sumekar tersebut dapat menjadi wahana stimulan percepatan ekonomi dan sarana hiburan masyarakat di Kabupaten Sumenep, khususnya di Desa Kasengan. Diakui, awalnya sempat terkejut sekaligus bangga dengan adanya ide investasi jangka panjang tersebut. Yang saat ini amat langka, namun jika berpikir dewasa dan untuk masa depan, dimana arus transformasi berlaju sangat cepat termasuk dibidang pariwisata. “Semoga dengan sarana mainan untuk anak-anak tersebut, akan membawa kemaslahatan yang banyak bagi masyarakat Sumenep,”ujarnya. Disamping itu, selain sebagai tempat hiburan, akan mengangkat kesejahteraan masyarakat. Karena memang seharusnya roda perekonomian tidak hanya tergantung pada APBD pemerintah Kabupaten, namun pihak swasta dan masyarakat juga mampu mengembangkan perekonomian masyarakat. Hal itu juga mendukung visi dan misi Kabupaten Sumenep dalam mengembangkan wisata di Bumi Sumekar ini. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep akan terus melakukan pembenahan dan regulasi dibidang pelayanan masyarakat, khususnya dbidang perijinan, sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan mampu membuka peluang kerja. “Jadikan Water Park Sumekar sebagai kebanggaan wisata di Sumenep, dan harus selalu melakukan inovasi, sehingga perkembagannya tidak statis, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke Jatim Park Malang, karena wahana hiburan sudah ada di Sumenep,”tambahnya. Sementara pengelola WPS, Hasan Basri menjelaskan, pembangunan sarana WPS yang dibangun diatas lahan tanah 1 hektar milik Hj. Halisa Latif tersebut sudah dilaksanakan sejak bulan Januari 2011 lalu, dan melibatkan masyarakat setempat sebanyak 43 orang yang bekerja dalam pembangungan WPS. Dan sejak bulan Juni ini merekrut 31 orang tenaga kerja yang 80 persen warga Desa Kasengan sedangkan 20 persennya dari luar Desa. “Kami memang menyesuaikan tarif masuk WPS dengan Rp.10.000,00 dengan menyesuaikan kemampuan masyarakat disini,”pungkasnya. ( Ren, Esha )