Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-10-2014
  • 734 Kali

Angka Pengangguran Di Sumenep Capai 23.618 Jiwa

News Room, Senin ( 27/10 ) Hingga pertengahan 2014, angka pengangguran di Sumenep masih tinggi. Beberapa perusahaan maupun instansi pemerintahan belum bisa menyerap tenaga kerja secara memadai. Terbukti, jumlah pengangguran hingga sekarang mencapai 23.618 jiwa. Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), dari 40.762 jiwa pencari kerja (pencaker), yang terserap hingga Juli 2014 hanya sebanyak 17.144 jiwa. Jadi, masih tersisa 57,94 persen pencaker yang masih nganggur. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. H. Sustono, MM, M.Si mengatakan, selama ini pihaknya sudah melakukan beberapa upaya untuk menekan angka tuna karya. Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah program perluasan kesempatan kerja. “Program tersebut mengandung beberapa kegiatan, diantaranya pelatihan kerja, pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) keluar negeri dan transmigrasi. Progam tersebut dilakukan oleh pemerintah, semata-mata untuk menekan angka pengangguran,”katanya. Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan besar yang ada di Indonesia. Bentuk kerjasamanya, yaitu setiap kali perusahaan tersebut membutuhkan tenaga kerja, diinformasikan ke Disnakertrans. ”Kalau ada informasi adanya peluang kerja atau lowongan kerja, kami kemudian dari sini (Disnakertrans, red) disosialisasikan ke masyarakat,”terangnya. Faktor terbesar yang menyebabkan angka pengangguran meningkat di Sumenep, kata dia, karena banyaknya lulusan dari lembaga pendidikan, baik SMA maupun perguruan tinggi. ”Sebab, mereka sudah masuk kategori angkatan kerja,”paparnya. Dia menambahkan, secara institusi penekanan angka pengangguran memang tugas Disnakertrans. Namun, jika upaya penekanan angka tuna karya dipasrahkan penuh ke Disnakertrans, maka prosesnya akan lamban. “Persoalan pengangguran itu tugas yang cukup berat dan tidak mudah dalam mengentaskannya seperti membalikkan telapak tangan. Butuh proses panjang dan keterlibatan semua elemen masyarakat,”ujarnya. Untuk itu, H. Sustono berharap semua lapisan masyarakat membantu pemerintah untuk mengurangi jumlah pengangguran, baik dengan melakukan home industry dan sebagainya. ”Sehingga kehidupan masyarakat Sumenep makmur,”pintanya. ( Nita, Esha )