News Room, Sabtu ( 16/05 ) Angka deflasi atau penurunan harga sejumlah komoditas di Kabupaten Sumenep untuk bulan April 2009 sangat tinggi hingga mencapai 0.60 persen, bahkan hingga melampau angka deflasi tingkat Propinsi Jawa Timur dan Nasional. Data tersebut diketahui dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep. Kepala BPS Sumenep, Chusnul kepada wartawan mengungkapkan, jika angka deflasi untuk bulan April 2009 yang mencapai 0.60 persen tersebut memang sangat tinggi. Padahal angka deflasi untuk bulan yang sama di Jawa Timur mencapai 0.47 persen dan deflasi Nasional hanya 0.31 persen. "Tingginya angka deflasi di Sumenep yang menjadi faktor pendorongnya adalah akibat turunnya harga perhiasan emas, daging ayam ras dan bawang merah,"jelas Chusnul. Ditambahkan, meskipun deflasi pada sejumlah komoditas lain, seperti bahan makanan, tidak berpengaruh terhadap perekonomian di Sumenep, namun deflasi yang berlangsung terus-menerus, terutama pada sektor yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat, maka akan mengakibatkan perekonomian di masyarakat menjadi stagnan. Sedangkan komoditas lain dari kelompok bahan makanan yang mengalami penurunan harga cukup tajam, yakni sayur-sayuran dan daging ayam ras. ( Ren, Esha )