News Room, Rabu ( 12/01 ) Angin kencang disertai hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Sumenep, pada Rabu (12/01) pagi, mengakibatkan 56 bangunan rusak dan 3 tower roboh serta puluhan pohon tumbang. Sesuai data sementara di Dinas Sosial Sumenep, peristiwa itu tersebar di 8 Kecamatan, yakni Kota, Rubaru, Dasuk, Ganding, Lenteng, Kalianget, Dungkek dan Talango. Beruntung tidak ada korban jiwa. Ke 56 bangunan itu sebagian rusak ringan, yang terdiri dari 52 rumah, sisanya merupakan bangunan langgar 2, serta masjid dan kandang sapi masing-masing 1 unit. Namun, 2 rumah milik Hamid dan Mufti, warga Dusun Batoguluk, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, rata dengan tanah, akibat dihantam angin kencang. Salah seorang warga Desa Basoka, Rubaru, Busri Amin menjelaskan, sejak dini hari tadi, angin berhembus sangat kencang didaerahnya, akibatnya 2 rumah rata dengan tanah. “Saat ini warga Desa Basoka, Rubaru, sangat khawatir dengan kondisi tersebut, sehingga warga yang rumahnya hancur terpaksa mengungsi dirumah kerabatnya,”kata Busri, pada wartawan dilokasi kejadian, Rabu (12/01). Sementara di Kecamatan Ganding, angin kencang menerjang 18 bangunan. Camat Ganding, Imam Fajar, mengungkapkan, 18 bangunan yang rusak akibat diterjang angin kencang, terdiri dari 15 rumah, 2 langgar, masjid dan kandang sapi, masing-masing 1 unit. “Hasil pendataan dilapangan, kerugian material dari kejadian tersebut, diperkirakan mencapai Rp. 20 juta lebih. Semua data sudah kami kirim ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, supaya secepatnya mendapat bantuan,”ungkapnya. Selain itu, angin kencang juga merobohkan tower radio swasta, tower radio orari, dan tower operator selular. Untuk di Kecamatan Kota, sejumlah papan reklame milik Pemerintah maupun swasta, dan pohon roboh. Bahkan ada pohon yang roboh dan menimpa mobil Suzuki Carry nopol P 1926 ST milik Haerudin, warga Desa Sera Kecamatan Bluto. ( Nita, Esha )