Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-11-2011
  • 508 Kali

Anggota DPR-RI Hadiri Deklarasi Pesantren Peduli Alam

News Room, Jumat ( 25/11 ) Tingginya lahan kritis di Kabupaten Sumenep, hingga mencapai 102.000 hektar, membuat kalangan pesantren di wilayah setempat ambil peran. Sebanyak 125 lembaga pendidikan dan pesantren di Sumenep, bergabung dalam Pesantren Peduli Alam, menggelar “work shop” dan aksi penanaman pohon, yang diakhiri deklarasi, pada Jumat (25/11) pagi. Dalam deklarasi gerakan pesantren peduli alam yang digagas Yayasan Assakdiyah, Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, dihadiri “keynote speaker”, Drs. H. Achmad Syafi’ie, M.Si anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) XI Madura. H. Syafi ie menjelaskan, penyelamatan lingkungan melalui pesantren dianggap sangat tepat, apalagi di Madura, khususnya Sumenep, pesantren sangat berperan. “Kami harapkan, penyadaran masyarakat terhadap perbaikan lingkungan kedepan bisa lebih baik. Kita mulai gerakan penyadaran alam ini dari Sumenep ini, dilanjutkan tahun 2012 untuk wilayah se Madura,”kata H. Syafi ie, usai menghadiri deklarasi gerakan pesantren peduli alam di Sumenep, Jumat (25/11). Menurut H. Syafi ie, kondisi lingkungan secara umum di Indonesia sangat memprihatinkan, sehingga butuh sentuhan tangan dari semua elemen masyarakat. “Mudah-mudahan keterlibatan pesantren di Sumenep, akan menjadi contoh bagi pesantren diwilayah luar Madura, untuk ikut peduli terhadap lingkungan,”terangnya. Sementara Ketua Yayasan As-Sakdiyah, Hannan Hadi, S.Pd, M.Pd mengungkapkan, ide awal program peduli alam tersebut adalah kurangnya kepedulian sebagian warga untuk menanam dan memelihara pohon. “Keterlibatan kami dalam upaya pelestarian alam, hanya panggilan hati nurani. Untuk itu, kami menggagas program peduli alam yang salah satu kegiatannya adalah menanam sekitar 5.000 bibit pohon,”ungkapnya. Penanaman ribuan bibit pohon sebagai bagian dari gerakan peduli alam itu, akan dilakukan pada Sabtu (26/11) besok, di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep. Sedangkan, berdasarkan data dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sumenep, lahan kritis di wilayah setempat, diperkirakan seluas 102.000 hektare. Dari 102 ribu lahan kritis itu, seluas 8.000 hektare masuk kategori sangat kritis. Sisanya adalah lahan kritis dan potensial kritis. ( Nita, Esha )