Media Center, Selasa ( 21/11 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep mengajak semua elemen masyarakat melestarikan pusaka dan peninggalan lainnya milik leluhur Sumenep.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, pameran dan bursa pusaka yang digagas perkumpulan keris dan pusaka kesultanan sangat positif, bahkan mengembangkan kegiatannya di masa-masa mendatang.
Diharapkan pelaksanaannya tidak hanya sebatas menyasar pengrajin atau pemerhati pusaka, melainkan yang terpenting harus memperkenalkan kepada anak-anak muda di Kabupaten Sumenep.
“Ini yang menjadi kewajiban kita semua, bagaimana warisan leluhur Sumenep itu, tetap terpelihara termasuk pengrajin dan pecinta pusaka di kalangan generasi penerus supaya tidak punah tertelan perkembangan dan kemajuan teknologi.”tegas Bupati pada pembukaan Pameran Pusaka, Cincin Akik dan Permata Kesultanan Sumenep di GNI setempat, Selasa (21/11) malam.
Bupati menyatakan, pihaknya optimis andai saja dilakukan survey tentang keris di kalangan anak muda, pasti mayoritas tidak senang dengan keris. Tentu saja fenomena itu menjadi tantangan berat bagi pengrajin, pemerhati dan pelestari pusaka di Kabupaten Sumenep.
“Kami menunggu kreatifitas mereka, agar bisa menggugah selera dan minat anak muda mencintai pusaka dan warisan leluhur lainnya, agar jangan ada kesan jika pusaka, akik dan sebagainya hanya untuk kalangan orang tua.”imbuh Bupati dua periode ini.
Bupati mengungkapkan, Kabupaten Sumenep memiliki pengrajin keris terbanyak di dunia yang mencapai 640 orang dan bisa menjadi pusat pusaka di Indonesia.
Namun meski Kabupaten Sumenep memiliki pengrajin terbanyak tidak menjadi referensi pusaka di tanah air, masih kalah dengan daerah lain.
“Banyaknya pengrajin keris sejatinya modal bagus bagi para pengrajin, pemerhati dan pelestari pusaka di Sumenep, agar pusaka dari Sumenep menjadi panutan dan literatur pusaka Nusantara, menyaingi Yogyakarta maupun di Jawa Tengah yang menjadi referensi dan gebyar pusaka di tanah air.”pungkas Bupati. ( Yasik, Esha )