Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-03-2011
  • 305 Kali

Ambil Elpiji 3 Kilogram, Warga Kena Tiket Rp. 5.000,00

News Room, Selasa ( 08/03 ) Warga Desa Masalima, Kecamatan/Pulau Masalembu, mengeluh adanya pemberlakukan tiket Rp. 5.000,00, saat mengambil gas elpigi 3 kilogram, sebagai program konversi minyak tanah ke gas. Sesuai data, jumlah penerima elpiji 3 kilogram di Desa Masalima sebanyak 2.500. Namun, untuk sementara baru didistribusikan 500 elpigi. Salah seorang warga setempat, Syaiful mengaku kecewa atas pendistribusian elpiji, yang dikenakan tiket Rp. 5.000,00. “Katanya elpiji itu gratis, tapi kenapa warga selaku penerima masih saja dikenakan tiket Rp. 5.000,00,”kata Syaiful, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (08/03). Selain kecewa, kata Syaiful, saat ini banyak warga yang menyesal mengambil elpigi 3 kilogram itu, sebab sebagian besar tidak bisa digunakan atau rusak. “Punya saya sendiri saja tidak bisa dinyalakan. Kami tidak tahu harus berbuat apa, karena selama ini sosialisasi penggunaan elpiji itu sangat minim,”terangnya. Sementara, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Syaiful Bahri, M.Si menuding bahwa pengenaan tiket pengambilan elpiji itu merupakan ulah perangkat Desa. “Tidak benar kalau pengambilan elpiji 3 kilogram dipungut biaya. Kami sudah mewanti-wanti pada seluruh Kepala Desa, kalau elpiji tersebut harus diberikan secara gratis pada penerima,”ujarnya menegaskan. Kemudian menyangkut banyaknya elpiji yang rusak, kata H. Syaiful, pihaknya minta para penerima supaya menyampaikan hal itu kepada Kepala Desa setempat, agar bisa didata jumlahnya. “Selanjutnya dilaporkan pada kami. Baru hasil laporan itu bisa diberikan pada pihak distributor untuk dilakukan penukaran,”ungkapnya. Untuk itu, H. Syaiful berharap pada seluruh penerima elpiji 3 kilogram, sebelum membawa pulang supaya mengetes terlebih dahulu, apakah elpiji itu berfungsi atau tidak. “Hal itu demi mempermudah pendataan terhadap elpiji yang rusak. Sekali lagi, kami minta warga agar tenang atas rusaknya elpiji itu, karena masih bisa ditukar,”pungkasnya. ( Nita, Esha )