News Room, Kamis ( 24/12 ) Kepolisian Resor (Polres) Sumenep akan melakukan pengamanan tertutup dan terbuka di areal gereja. Itu, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada hari “H†perayaan Natal 2009. Kapolres Sumenep, AKBP Pri Hartono Eling Lelakon mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi mengenai kegiatan yang akan dilakukan empat gereja yang ada di wilayah Kabupaten Sumenep. “Kami sudah mengantongi jadwal kegiatan di enam gereja tersebut, serta terus meningkatkan koordinasi dengan para pendeta di masing-masing gereja,†terangnya. Untuk pengamanan di tiap-tiap gereja, kata Kapolres, pihaknya akan menerjunkan sedikitnya 20 personel. “Tapi, kekuatan personel itu tetap akan disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilakukan umat nasrani dimasing-masing gereja. Akan tetapi, jikalau kami mendapat informasi akan adanya penurunan gereja, maka kami akan menerjunkan personel lebih besar lagi, dengan memberlakukan pengamanan terutup dan terbuka,â€Âkatanya menegaskan. Kapolres menambahkan, pada hari “H†nanti, petugas tidak akan melakukan penggeledahan badan jemaat gereja, selam tidak ada yang dicurigai. “Penggeledahan badan itu tidak harus dilaksanakan, tapi bukan berarti ditiadakan. Kami akan selektif prioritas melihat situasi yang berkembang di tiap-tiap gereja,†ungkapnya. Situasi Sumenep menjelang Hari Natal 2009 dan Tahun Baru 2010 masih kondusif. “Tidak ada kejadian menonjol, apalagi yang terkait dengan aksi teror,â€Âtegas Kapolres. Empat gereja di Sumenep yang melaksanakan kegiatan ibadah Natal dan malam Tahun Baru, yakni Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Pancaran Kasih, Gereja Bethel Indonesia, Gereja Katolik Maria Gunung Karmel, dan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI). GPIB melaksanakan kegiatan ibadah Natal dan malam Tahun Baru sebanyak enam kali, yakni pada tanggal 19 Desember 2009, 24 Desember 2009, 25 Desember 2009, 26 Desember 2009, 31 Desember 2009, dan 1 Januari 2010. Gereja Bethel Indonesia menggelar kegiatan sebanyak dua kali, yakni pada tanggal 24 Desember dan 31 Desember 2009. Gereja Katolik Maria Gunung Karmel melaksanakan kegiatan sebanyak dua kali, yakni pada tanggal 24 Desember dan 25 Desember 2009. Gereja Pantekosta di Indonesia menggelar kegiatan sebanyak dua kali, yakni pada tanggal 26 Desember dan 31 Desember 2009. ( Nita, Esha )