News Room, Senin ( 24/12) Jumlah alokasi beras untuk masyarakat miskin (raskin) tahun 2008 di Jawa Timur meningkat sebesar 66.000 ton dibandingkan tahun 2007. Alokasi selama tahun 2008 mencapai 326.000 ton. “Walaupun totalnya sudah kami tentukan, namun alokasi untuk masing-masing daerah belum kami tentukan. Nanti, akan kami rapatkan lagiâ€, kata Kepala Humas Bulog Devisi Regional (Devre) Jawa Timur, Arwakhudin Widiarso kemarin. Ia mengatakan, meski jumlahnya meningkat, namun jangka waktu pembagiannya justeru menyusut. Kalau tahun ini 11 bulan, tahun depan hanya untuk 10 bulan. Karena itu ia berharap, kekurangan 2 bulan itu dapat ditutupi dengan dana APBD. “Walau belum alokasi per daerah, namun ia berharap pembagian beras ini dapat dilakukan mulai bulan depan. Semoga saja alokasi per daerah dapat selesai sebelum Januari 2008â€, ujarnya. Meski demikian, stock beras yang ada Gudang Bulog saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan Jawa Timur. Pasalnya, stock yang ada saat ini mencapai sekitar 400.000 ton. Kalau berdasarkan jumlah itu, maka dapat memenuhi kebutuhan hingga 14 bulam kedepanâ€, katanya. Dengan jumlah beras itu, dipastikan stock akan aman, baik dalam menghadapi kebutuhan Hari Natal maupun tahun baru nanti. “Saya prediksikan tidak ada lonjakan permintaan beras pada 2 hari besar tersebut, sebab konsumsi masyarakat akan beras tidak berubah. Hanya saja mereka akan membeli beras langsung dalam jumlah besar dibanding hari-hari biasa, sedangkan untuk konsumsi makan masyarakat akan tetapâ€, katanya. Untuk tahun depan, pihaknya akan menambah jumlah beras sebanyak 400.000 hingga 500.000 ton. Hal ini dilakukan karena sesuai dengan program tahunan, biasanya kami membeli saat musim panen, yakni pada bulan Pebruari hingga September. ( SP,Esha )