News Room, Selasa ( 08/02 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menganggarkan dana untuk program bantuan keagamaan dalam Aggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2011. Hanya saja jumlah penerima bantuan keagamaan di APBD 2011 menurun, jika dibandingkan alokasi bantuan di APBD 2010. Kepala Bagian Kemasyarakan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, SE, M.Si mengatakan, angka penerima bantuan keagamaan yang terakomodir di APBD 2011 memang menurun, jika dibandingkan tahun sebelumnya, sebab jumlah penerima bantuan menyesuaikan dengan kekuatan anggaran APBD. Meski angka penerima bantuan menurun, namun untuk besaran bantuan masing-masing kegiatan sama dengan tahun sebelumnya, baik bantuan untuk masjid, musholla, Pondok Pesantren, guru ngaji, organisasi keagamaan, gereja dan klenteng. ”Pada tahun ini jumlah penerima bantuan untuk masjid sebanyak 28 lembaga, musholla 40 lembaga, pondok pesantren 18 lembaga, guru ngaji 267 orang, gereja 2 lembaga dan klenteng 1 lembaga, serta organiasi keagamaan. Sedangkan pada tahun lalu data kuota di APBD untuk masjid sebanyak 150 lembaga, musholla sebanyak 285 lembaga, guru ngaji 660 orang, pondok pesantren sebayak 30 lembaga, gereja 2 lembaga, dan klenteng 1, dan orgainsasi kegamaan 143 lembaga,”tegasnya. Chainur Rasyid menyatakan, untuk penerima program bantuan keagaman 2011, mekanismenya sama dengan sebelumnya, yakni memprioritaskan bagi lembaga dan guru ngaji yang belum pernah menerima bantuan, setidaknya dalam waktu 3 tahun terakhir. Menyoal jadwal penyaluran bantuan tersebut, Chainur Rasyid mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan kapan waktu pencairan dana bantuan tersebut, namun yang jelas, mulai saat ini pihaknya sedang memverifikasi sejumlah proposal yang masuk dan sisa proposal tahun lalu yang belum menerima bantuan. ”Untuk besaran bantuan bidang keagamaan untuk masjid sebesar Rp. 4 juta, musholla Rp. 2.500.000,00, guru ngaji Rp. 500.000,00, pondok pesantren Rp. 10 juta, gereja dan kelenteng masing-masing Rp. 2.500.000,00 dan organisasi kegamaan bervairiasi,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )