Aliran Listrik Diputus, Warga Desa Gedang-gedang Ngruluk PLN News Room, Rabu ( 29/10 ) Ratusan warga Desa Gedang-gedang Kecamatan Batuputih Rabu tadi pagi (29/10) ngluruk ke Kantor PT. PLN (Persero) UPJ Ambunten. Mereka mendesak pihak PLN menghidupkan kembali aliran listrik PLN di Desanya. Sebab, sudah hampir sebulan ini lampu di Desanya di padamkan pihak PLN dengan alasan sering kecurian listrik. Salah seorang warga Desa Gedang-gedang, Sugiyanto mengaku sangat menyayangkan pihak PLN yang memutus aliran listrik di Desanya secara sepihak. Sebab, yang meledak beberapa waktu lalu justeru gardu di luar Desa Gedang-gedang. Namun justeru masyarakat pelanggan PLN di Desa Gedang-gedang yang ikut menanggung getahnya. “Seharusnya aliran di gardu yang meledak itu yang di putus, bukan gardu yang ke Desa kami,â€Âujar Sugiyanto. Sebenarnya pihak PLN Ambunten sudah berjanji dua minggu sejak diputusnya aliran listrik tanggal 4 Oktober 2008 lalu, namun itu tidak dilakukan. Dan terakhir berjanji tangagl 28 Oktober 2008. Karena di tunggu-tunggu tidak di sambung juga, masyarakat memilih datang langsung ke Kantor PLN. Mereka mengancam akan tetap berada di Kantor PLN, kalau tidak membawa petugas yang akan menyambung aliran listrik di Desanya. Sementara Bagian Adminitrasi Rekening PLN Ambunten, Suyitno ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan mengaku, pemutusan itu dilakukan karena selama ini masyarakat sering mencuri setrum, sehingga mengakibatkan kerugian dari pihak PLN. Bahkan, seringkali terjadi gardu yang meledak karena kelebihan voltage. “Kita sudah sering memberi peringatan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pencurian listrik, namun ternyata selalu ada yang mencuri. Kita akan lakukan penyambungan kalau masyarakat menjamin tidak akan melakukan pencurian lagi,â€Âujar Suyitno. Ditambahkan, untuk penyambungan hari ini pihaknya masih menunggu petugas lapangan, yang saat itu masih bekerja dilapangan. Hingga berita ini di tulis, warga masih bertahan di Kantor PLN Ambunten. Mereka berjanji untuk tetap bertahan sebelum dilakukan penyambungan listrik di Desanya. ( Ren, Esha )