Sumenep-Infokom News Room : Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep menghimbau kepada masyarakat muslim hendaknya berhati-hati bila ingin membeli Kitab Suci Al-Qur’an. Pasalnya, belakangan ini Al-Qur’an palsu sudah beredar ditengah-tengah masyarakat. Ketua MUI Cabang Sumenep, Drs. KH. Syafradji mengatakan, saat ini pihaknya menemukan Al-Qur’an terbitan Al-Hidayah Surabaya, ada beberapa Surat Al-Qur’an yang tidak terdapat didalamnya, antara lain seperti surat Al-Ra’duh, Ibrahim, Hijr, Al-Nahar. Lain lagi menurut laporan dari MUI Kecamatan Arjasa, Al-Qur’an palsu itu banyak kesalahan penulisan surat-surat Al-Qur’an, dan Al-Qur’an palsu tesebut tidak ada stempel dari Departemen Agama dan Dewan Kolektornya. Sedangkan Al-Qur’an palsu temuan Yayasan Surya Laya, untuk terbitan CV. Aisyiah Surabaya ada 2 kali penulisan pada ayat Al-Qur’an, bahkan pada surat Yusuf hanya 91 ayat, padahal seharusnya 111 ayat. KH. Syafradji menjelaskan, Al-Qur’an palsu yang kekurangan surat Al-Qur’an itu kemungkinan akibat keteledoran percetakan, namun jika dalam Al-Qur’an menyangkut kesalahan penulisan dan membolak-balikkan ayat-ayat Al-Qur’an itu, sepenuhnya kesalahan Tim Penulis Al-Qur’an. Disinggung munculnya Al-qur’an palsu itu, karena tidak ada Tim Pentaskeh, KH. Syafradji mengakui dari beberapa Al-Qur’an palsu itu selain tercantum nama percetakan, juga ada nama-nama Tim Pentaskeh-nya. KH. Syafradji menuturkan, untuk mengambil sikap menertibkan peredaran Al-Qur’an palsu tersebut, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Sumenep. ( Yasik, Esha )