News Room, Rabu ( 27/02 ) Sejumlah aktifis mahasiswa yang tergabung dalam Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS) mengadukan dampak lingkungan di Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, yang disebabkan oleh PT. Garam kepada Pemkab setempat, Rabu (27/02) pagi. Para mahasiswa itu ditemui langsung Plt Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep, Drs. Hadi Soetarto, M.Si. Juru Bicara KMS, Imam Arifin menjelaskan kedatangannya ke Kantor Pemkab Sumenep untuk menyampaikan, bahwa Desa Karang Anyar yang merupakan wilayah lahan PT. Garam, banyak terjadi kerusakan lingkungan, seperti pendangkalan sungai dan tidak adanya tempat sampah yang tersedia di wilayah tersebut. “Harusnya PT. Garam memberikan fasilitas bagi masyarakat di Desa Karang Anyar, seperti tempat sampah, sehingga sampah tidak dibuang ke sungai dan kemudian menyebabkan sungai mendangkal. Ditambah didaerah tersebut sudah tidak ada lahan lagi, semuanya terisi pemukiman warga,”kata Imam, Rabu (27/02). Imam meminta Pemkab Sumenep, supaya bertindak cepat mengatasi persoalan ini, dengan melakukan teguran kepada PT. Garam. “Kami menilai, PT. Garam sebagai perusahaan yang mempunyai lahan dilingkungan pemukiman warga harus bertanggung jawab dengan menyediakan fasilitas umum bagi warga dan memperhatikan sungai yang telah mendangkal tersebut,”terangnya. Sementara, Plt Sekdakab Sumenep, Hadi Soetarto mengatakan, pada dasarnya pemkab sangat terbuka bagi saiapapun terkait penyampaian aspirasi termasuk keluhan warga menyangkut adanya kerusakan lingkungan di Desa Karang Anyar yang diduga disebabkan oleh PT. Garam sebagaimana disampaikan mahasiswa. “Kami akan lakukan kroscek langsung kelapangan. Jika hal itu benar, maka kami akan menindak lanjuti. Kalau memang perlu bantuan dari Pemkab kami akan lakukan. Namun, jika tidak ada tempat sampah, sehingga sampah dibuang ke sungai, itu persoalan kesadaran masyarakat sendiri,”ujarnya. Sekda menambahkan, pihaknya bersama Dinas terkait akan menindak lanjuti informasi yang telah diterimanya itu dan pihaknya siap mengkoordinasikan dengan PT. Garam. “Tapi yang terpenting adalah peningkatan kesadaran oleh warga setempat, agar tidak membuang sampah ke sungai, guna menghindari pendangkalan sungai akibat sampah rumah tangga yang menumpuk,”ungkapnya. ( Nita, Esha )