News Room, Rabu ( 27/10 ) Sepuluh aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumenep, kecewa terhadap tarif pemasangan aliran listrik berkapasitas 450 volt mencapai Rp. 3 juta. Sikap kecewa para mahasiswa itu, disampaikan dalam aksi damai yang digelar didepan kantor PLN setempat, Rabu (27/10) pagi. Koordinator Aksi, Lukmanul Hakim menjelaskan, sesuai penuturan manajemen PLN Sumenep, tarif pemasangan aliran listrik untuk 450 volt sebesar Rp. 1.350.000,00. “Tapi kenapa, justru di Kecamatan Ganding dan Batuputih, ditemukan pemungutan pemasangan aliran listrik 450 volt bervariasi, mulai Rp. 1,5 juta hingga Rp. 3 juta. Ini kan menandakan adanya permainan ditubuh PLN sendiri,”kata Lukman, pada wartawan didepan kantor PLN Sumenep, Rabu (27/10). Diduga tarif pemasangan aliran listrik terjadi manipulasi dan permainan. “Kami sangat menyayangkan dan kecewa atas permainan oleh pihak PLN, semestinya ini tidak terjadi,”ujarnya. Sementara, Manajer PLN Sumenep, Alfian ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, mengungkapkan, bahwa tarif pemasangan aliran listrik kapasitas 450 volt tidak ada perubahan, tetap sebesar Rp. 1.350.000,00. “Petugas kami selalu menarik tarif pemasangan aliran listrik 450 volt sesuai aturan. Bahkan, Rabu (27/10) ini, kami ditargetkan akan memasang sekitar 1.500-an Kwh bagi pendaftar diseluruh wilayah Sumenep,”ungkapnya. Selain itu, aksi damai tersebut juga menyerukan warga untuk hemat energi, dengan cara mematikan peralatan elektronika yang tidak dibutuhkan pada pagi, siang maupun malam hari. “Ini hal kecil yang punya dampak besar bagi gerakan hemat energi. Melalui tindakan kecil itu pula, warga bisa menghemat pengeluaran untuk membayar tagihan aliran listrik per-bulan,”ujarnya menuturkan. Dalam aksinya, aktivis HMI Sumenep menyebarkan selebaran yang intinya meminta warga untuk hemat energi demi kepentingan bersama kepada para pengguna jalan. ( Nita, Esha )