News Room, Senin ( 30/01 ) Aksi ratusan warga dari Desa Karanganyar dan Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, di depan Kantor Pegaraman I PT. Garam di Desa Karanganyar, pada Senin (30/01) pagi, nyaris ricuh. Massa marah ketika salah seorang orator aksi, Anwar Sadad, yang mau berorasi dengan berdiri di atas pagar kantor PT. Garam, dihalangi dan diturunkan paksa oleh personel Satuan Pengamanan PT. Garam. Namun, kondisi yang memanas itu langsung diatasi oleh polisi sambil meminta personel Satuan Pengamanan PT. Garam tidak berdekatan dengan massa. Mereka berdemo untuk menolak proyek PT. Garam berupa pembangunan saluran air ke lahan garam yang melintasi areal pemakaman “Kepala Perang” dan “Kepala Situ” di Desa Pinggir Papas. Korlap aksi, Anwar Sadad mengatakan, apapun proyek pembangunan yang akan dilakukan PT. Garam harus ramah lingkungan dengan memperhatikan nilai-nilai leluhur warga setempat. “Kami minta PT. Garam lebih bijak dalam melaksanakan proyek pembangunan saluran air. Karena, faktanya beberapa hari lalu saat kami ikut memantau dilapangan, ketika dilakukan penggalian didepan pemakaman “Kepala Perang” dan “Kepala Situ” ditemukan dua tengkorak. Ini sangat melukai hati nurani warga Desa Karanganyar dan Pinggir Papas,”katanya. Jika tuntutannya tidak diindahkan, kata Anwar, pihaknya bersama warga akan nekat memboikot proyek pembangunan saluran air oleh PT. Garam tersebut. “PT Garam harus bisa memperhatikan permintaan kami. Kalau tidak, kita pun bisa bersikap memaksakan kehendak,”ujarnya. Sementara, Kabiro Hukum PT Garam (persero) Kalianget, H. RB. Farid Zahid, SH, MH mengaku merespon semua tuntutan para pendemo. Hanya saja, untuk saat ini pihaknya belum bisa memberikan jawaban pasti, karena harus dibicarakan secara internal, kemungkinan keputusannya minggu depan. “Karena ini bagian dari program, disamping mengatur tata aliran termasuk administrasi yang harus kami lalui, maka kami akan lakukan sinkronisasi kedalam, guna memutuskan ya atau tidak melaksanakan tuntutan warga tersebut. Keputusan ini minggu depan,”terang H. Farid, usai menemui para pendemo didepan Kantor Pegaraman I PT. Garam, Kalianget, Senin (30/01). H. Farid menjelaskan, pembuatan saluran air baru ini, untuk melancarkan proses pengairan dilahan garam milik PT. Garam ketika musim kemarau. Sebab, saluran yang ada sudah menyempit dan kotor seiring padatnya pemukiman penduduk disekitarnya. “Saluran air kami buat sesuai kesepatan 10 hari lalu dengan tokoh masyarakat setempat. Tapi ternyata disaat proyek dimulai, muncul permintaan baru dari warga lainnya. Ya, kami merespon semua itu demi kelancaran proyek pembangunan saluran air dilahan garam PT. Garam,”ungkapnya. ( Nita, Esha )