Sumenep-Infokom News Room : Ternyata polemik tidak terpilihnya kader Fraksi Partai Golkar pada kursi Ketua Komisi D DPRD Sumenep, berbuntut panjang, buktinya setelah Sekretaris DPD Partai Golkar Sumenep, AF. Hari Pontoh, SH, MM menilai, pihaknya merasa dikhianati pada tahap pemilihan Ketua Komisi, kini muncul tudingan lain dari anggota Fraksi Partai Golkar, Raud Faiq Jakfar. Menurutnya, pelaksanaan pemilihan Ketua Komisi D, sejatinya telah terjadi sharing antara Fraksi Partai Golkar dengan Fraksi Amanat Rakyat dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, dimana disepakati bahwa kursi Ketua Komisi D diamanatkan kepada kader Golkar, yakni Makinudin, akan tetapi kenyataannya sharing tersebut mengingkari kesepakatan ketiga Fraksi, sehingga kursi Ketua Komisi D tersebut dipegang oleh FKB. Bahkan Raud Jakfar optimis, jika komitmen dipegang teguh komponen Fraksi, dirinya optimis Ketua Komisi itu akan diraih Fraksi Partai Golkar. Namun demikian, saat disinggung koalisi Fraksi itu hanya kamuflase belaka, Raud Jakfar yang berangkat dari PKPI ini menegaskan, dirinya tidak menilai koalisi itu sebatas permainan kata, akan tetapi melesetnya kesepahaman itu akibat kepentingan tertentu. â€Selama ini PKB dan PAN tidak bohong, tetapi jika ada sesuatu didepan mata kita, semua kesepakatan bisa terjadi perubahanâ€, kata Raud. Ditempat terpisah Ketua DPC PKB yang juga Ketua DPRD Sumenep, Drs. KH. Abuya Busyro Karim, M.Si enggan berkomentar lebih detil, akan tetapi dirinya berharap semua pihak untuk menghormati hasil keputusan mekanisme dalam menentukan pemilihan Ketua Komisi. â€Dihormati saja hasil mekanisme itu, sebab semua hasil itu dilaksanakan secara demokratisâ€, ungkapnya. Bahkan K. Busyrro telah menginstruksikan agar anggota Komisi D yang berasal dari FKB itu untuk memegang amanat, yakni memilih kader dari Fraksi Partai Golkar. Namun realitasnya saat pemilihan itu dilakukan secara voting, hasil akhir berubah. ( Yasik, Esha )