Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-10-2011
  • 761 Kali

Akibat Cuaca Buruk, Petani Rumput Laut Merugi

News Room, Kamis ( 27/10 ) Cuaca buruk diwilayah perairan Sumenep, yang terjadi selama sebulan ini, menyebabkan produksi dan harga rumput laut di Kabupaten Sumenep anjlok. Akibatnya, ratusan petani rumput laut mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Seperti yang dialami petani rumput laut di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Selama satu bulan ini, mereka terpaksa gigit jari, akibat ratusan keramba rumput laut yang ditebar disepanjang bibir pantai setempat, rusak karena diterjang angin kencang dan gelombang tinggi. Salah seorang petani rumput laut di Desa Tanjung, Saronggi, Ibnu mengakui, angin kencang dan gelombang tinggi telah merusak rumput laut yang ditanamnya. Kondisi itu berdampak pada harga rumput laut yang turun drastis. “Sekarang, harga rumput laut hanya Rp. 7.000,00 hingga Rp. 8.000,00 per-kilogram, padahal pada kondisi cuaca bagus harga rumput laut mencapai Rp.15.000,00 hingga Rp. 19.000,00 per-kilogramnya,”katanya. Selain harga anjlok, kata Ibnu, hasil panen rumput laut juga turun. Semua itu, karena cuaca laut yang sangat buruk. “Biasanya, satu kali panen dalam satu keramba petani bisa menghasilkan 1 ton rumput laut. Namun saat ini, mereka hanya mendapatkan 5 hingga 7 kwintal saja. Banyak yang hilang diterjang angin kencang dan gelombang tinggi,”terangnya. Ibnu mengemukakan, meski cuaca laut masih buruk, namun warga dipesisir pantai di Saronggi tetap menebar keramba, karena usaha tani rumput laut merupakan sumber penghasilan dan penghidupannya setiap hari. “Para petani tidak punya pilihan lain kecuali tetap bertani rumput laut di tengah cuaca yang tidak menentu ini. Buruknya kondisi laut tersebut, merupakan hal biasa setiap tahun, dan akan terjadi selama 2-3 bulan mulai Oktober hingga Desember nanti,”ungkapnya. Ibnu berharap, persoalan yang dihadapi petani rumput laut sekarang, mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. “Kehidupan kami sedang mengalami kendala. Diharapkan, ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sumenep,”pungkasnya. ( Nita, Esha )