Sumenep-Infokom News Room : Bencana banjir bandang akibat luapan sungai Kali Kemuning yang melanda Kabupaten Sampang, Sabtu (28/01) kemarin, benar-benar duhsyat. Berdasarkan laporan sementara Kantor Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satlak PBP) Kabupaten Sampang, sedikitnya ada 33 Desa/Keluarahan di 5 Kecamatan tenggelam. Daerah paling parah terjadi di Kecamatan Kota Sampang tercatat ada 5 Kelurahan dan 11 Desa yang tenggelam yang dihuni 7.163 Kepala Keluarga ( KK ) atau 36.090 jiwa. Sedangkan banjir bandang paling besar terjadi di Kelurahan Gunungsekar yang berpenduduk 2.019 KK atau 10.095 jiwa. Disusul Kelurahan Dalpenang dengan 1.335 KK atau 6.675 jiwa. Sampai saat ini, korban jiwa akibat banjir bandang di Kecamatan Kota Sampang tercatat satu orang di Desa Pasean. Sedangkan untuk Kecamatan lainnya, belum ada laporan. Mudah-mudahan semuanya selamat dan tidak ada apa-apa. Ujar Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Kabupaten Sampang, Drs. H. Moh. Ruslan, kemarin. Selain melanda Kecamatan Kota Sampang, banjir bandang juga memporak-porandakan 9 Desa di Kecamatan Jrengik dengan jumlah korban 280 KK dan 1.397 jiwa. Di Kecamatan Tambelangan 1 Desa terendam air dengan berpenduduk 234 KK atau 1.611 jiwa. Kecamatan Kedungdung 2 Desa dengan penduduk 130 KK atau 750 jiwa dan Torjun 1 Desa, yaitu Desa Jeruk Porot dengan korban 128 KK atau 512 jiwa. Daerah paling parah di Kecamatan Jrengik, terjadi di Desa Bancelok dengan korban 80 KK atau 120 jiwa. Untuk Kecamatan Tambilangan terjadi di Desa Banjar Billa dengan korban 102 KK atau 575 jiwa. Sedangkan di Kecamatan Kedungdung, terjadi di Desa Muktesare dengan korban 90 KK atau 598 jiwa. “Untuk kerugian material, sampai saat ini kami masih mendata, sebab masih banyak Desa yang belum melapor ke Satlak PBP di Kecamatan. Insyaallah dalam waktu satu dua hari ini masuk semua�, ujar Ruslan. Kemarin siang pukul 12.15 WIB rombongan Tim Satkorlak PBP Pemerintah Propinsi Jawa Timur yang dipimpin R. Moh. Taufik, SH mengunjungi lokasi korban banjir bandang di Kecamatan Kota Sampang. Mereka langsung terjun ke lapangan dan blusukan keluar masuk gang-gang sempit di sepanjang jalan Panglima Sudirman dan Teuku Umar. ( RM,Esha )