Sumenep-Infokom News Room : Setelah sekian lama menjadi target opersasi pihak Kepolisian, akhirnya hari Jum’at (05/11) kemarin aparat Kepolisian membekuk pelaku penyebar selebaran gelap tersebut. Menurut Kapolres Sumenep, AKBP Drs. Djamaludin saat ditemui menjelaskan, kronologis penangkapan itu berawal ketika tersangka Moh. Bura’i (40) warga Desa Paberasan sedang membagikan selebaran gelap kepada masyarakat diatas kapal tongkang di penyebrangan pelabuhan Kalianget-Talango, namun dalam kegiatannya itu Moh. Bura’i yang sehari-harinya sebagai guru di SDN Palasa I ini diketahui oleh warga Talango H. Herman Kusuma, sehingga Herman Kusuma melaporkan kegiatan Moh. Bura’i itu kepihak yang berwajib, dan mendapatkan informasi itu, maka pihaknya langsung menuju TKP dan menangkap Moh. Bura ‘i dilokasi. Dikatakan pula, dari tangan tersangka ditemukan selebaran baru yang bertema Ketua DPRD Goblok. Kendati demikian tegas Kapolres, tertangkapnya Moh. Bura’i bukan berarti kasus tersebut telah tuntas sebab dari pengakuan tersangka dirinya menerima selebaran itu dari temannya Indrawan yang berdomisili di Jln. Dr. Cipto, yang saat ini berada di Nganjuk. Untuk itu kata Kapolres meski tersangka akan dijerat dengan KUHP pasal 310,311 jo 316 dengan kurungan dibawah 5 tahun. Akan tetapi dirinya berjanji akan menuntaskan persolan ini hingga ke akarnya, bahkan ketika disinggung pernyataan sikap atas keterlibatan dirinya yang dituding sebagai pembela Pemkab dalam selebaran itu, Djamaludin mengatakan dirinya menyayangkan sikap pelaku, sebab jika hal itu terbukti kebenarannya, alangkah baiknya jika hal tersebut dilaporkan kepihak Kejaksaan, sehingga jika ditemukan seperti yang ditudingkan, maka hal itu dapat diproses secara hukum. â€Kita akan terus menyelidiki kasus ini, dan terkait tudingan dan dirinya menyayangkan sikap pelaku yang tidak disertai identitas, sehingga permainan itu seperti mainan anak kecilâ€, tegasnya. Sementara itu Ketua DPRD Sumenep, Drs. KH. Abuya Busyro Karim, M.Si mengaku bangga atas kerja keras pihak Kepolisian, sebab dengan munculnya selebaran itu, tidak hanya telah mencoreng nama baik, akan tetapi jika Bumi Sumekar diwarnai dengan fitnah, maka dirinya optimis pembangunan Sumenep akan terhambat, sebab awal pembangunannya tidak didukung oleh data kongkrit. â€Jika Sumenep dibangun dengan fitnah dari pihak yang merasa tidak puas, maka jangan diharap pembangunan dapat berjalan optimalâ€, tegasnya. Oleh karena itu KH. Abuya Busyro Karim meminta kepada masyarakat agar dapat memilah dan menyimak beragam issue dengan logika positif, hingga akhirnya tidak menghambat roda program pembangunan. ( Yasik, Esha )