Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-11-2017
  • 563 Kali

Akankah Kursi Ketua DPK Sumenep Diisi Pentolan PMII?

Media Center, Senin ( 27/11 ) Hingga kini kursi Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten (DPK) Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih kosong. Akankah kursi itu diisi pentolan mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)? Karena, 2 mantan petinggi PMII Sumenep dan Pamekasan, sekarang menduduki posisi strategis.

Dua kader PMII terbaik tersebut, yakni Moh. Suhaidi, pentolan PMII Sumenep, lalu Moh. Badrul Arrozy pentolan PMII Pamekasan. Dan saat ini keduanya menempati posisi strategis di DPK Sumenep.

Moh. Suhaidi berada diposisi Sekretaris, sedangkan Badrul Arrozy berada pada posisi Bendahara DPK Sumenep. Suhaidi tercatat sebagai bagian dari kaum cendekiawan dan tetap menekuni dunia pendidikan. Suhaidi juga masih menjadi dosen di salah satu Perguruan Tinggi (PT).

Sementara Badrul Arrozy masuk di jajaran pengurus harian Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama' (ISNU) Sumenep, serta aktif di berbagai organisasi kemasyarakat yang lain.

Saat kami konfirmasi, Suhaidi enggan berbicara banyak soal dirinya yang digadang-gadang akan menjadi pengganti kursi Moh. Amin. Hanya saja, dirinya mengaku siap menjalankan amanah apabila dipercaya menempati posisi Ketua. "Kalau ditanya siap dan tidaknya, pasti semua anggota DPKS harus siap,"katanya.

Namun, lanjut Suhaidi perombakan kepengurusan, termasuk pemilihan Ketua akan dilakukan apabila jumlah kepengurusan dinyatakan lengkap sebanyak 11 orang. Saat ini anggota DPKS berjumlah 10 orang pasca Ketua DPKS Moh. Amin dilantik sebagai Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur.

"Sementara penggantinya kami masih menunggu hasil keputusan Bupati,"tegasnya.

Sementara itu, Badrul Ar Rozy mengaku siap apabila nanti dirinya dipercaya menduduki sebagai Ketua DPKS yang baru.

"Kalau Sekretaris mengatakan siap, justru kami lebih siap lagi. Tapi semuanya ada mikanisme yang harus kita patuhi bersama,"jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya menghimbau kepada semua anggota DPKS, agar tidak terprovokasi dengan isu miring. Jika memang ada yang siap untuk menjadi pengganti Moh. Amin, pihaknya menganjurkan untuk berkompetisi secara profesional.

"Silahkan nyalon bagi anggota yang lain. Semuanya punya hak yang sama kok,"pungkasnya. ( Nita, Esha )