Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-12-2019
  • 595 Kali

Ajak Gerakan Pramuka Berfikir Terbuka Dan Kerja Sepenuh Hati

Media Center, Sabtu ( 28/12 ) Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sumenep yang terpilih, hendaknya berpikir terbuka dan berorientasi masa depan sehingga jangan membawa organisasi ke masa silam.

“Untuk itu, konstruksi pemikiran program Pramuka harus dibangun oleh kondisi kekinian, keberlanjutan dan sesuai kearifan lokal, dengan kreatif dan inovatif dalam menyikapi perkembangan zaman,” kata Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Achmad Fauzi, SH pada Pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Kwarcab Gerakan Pramuka Sumenep tahun 2019 di UPT. Pelatihan Kerja Parsanga, Sabtu (28/12/2019).

Ia menyatakan, Gerakan Pramuka harus bergerak dinamis mengikuti arus perkembangan zaman, karena manakala tidak mau berpikir kreatif, bukan tidak mungkin organisasinya kehilangan banyak peminat di masa depan.

Karena itu, perlu dilakukan rebranding baru tanpa mengorbankan identitas, nilai-nilai, dan tujuan dari Gerakan Pramuka itu sendiri.

“Harapannya agar Gerakan Pramuka tidak saja diminati generasi milenial, tetapi juga bisa bertahan lama di tengah arus perubahan saat ini,” tutur Politisi PDI Perjuangan ini.

Wabup berharap, para pengurus masing-masing Gugus Depan (Gudep) harus aktif untuk menunjang mengembangkan Gerakan Pramuka, dengan melakukan koordinasi dan sinergi yang baik, antara gudep dengan kwartir.

“Saya harapkan Muscab ini, menghasilkan pengurus yang mau mengurus Pramuka sepenuh hati dan menghasilkan program yang membawa kemajuan bagi Gerakan Pramuka di Kabupaten Sumenep,” papar suami Nia Kurnia ini.

Sementara Ketua Panitia, Abd. Kifli, M.Pd menambahkan, Musyawarah Cabang merupakan forum tertinggi bagi Gerakan Pramuka Sumenep, yang salah satu tujuannya sebagai sarana pertanggungjawaban dan evaluasi pelaksanaan pencapaian rencana kerja pengurus sebelumnya.

“Peserta Muscab ini di antaranya unsur Kwartir Ranting sebanyak 23 orang dari 27 kecamatan se-Kabupaten Sumenep dan Kwarcab 7 orang,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )