News Room, Rabu ( 22/01 ) Luapan air sungai dari Kali Patrian yang tejadi di Desa Kalimo ok Kecamatan Kalianget, disamping telah menggenangi puluhan hektar lahan persawahan, ternyata juga banyak menjebol lahan tambak ikan yang ada di Desa Kalimo ok Kecamatan Kalianget, termasuk di Desa Poja Kecamatan Gapura. Praktis ikan-ikan yang ada di lahan tambak milik sebagian petani, dan pengusaha tambak mengalami gagal panen, karena ikan-ikan yang segera akan dipanen terhanyut keluar tambak, sehingga mengakibatkan kerugian puluhan, bahkan ratusan juga. Salah seorang petani tambak ikan di Desa Kalimo ok, Mahi, kepada News Room, Rabu (22/01) mengaku harus kehilangan ikan-ikan di tambaknya karena lupaan air dari Kali Patrian, sehingga kerugian diperkirakan Rp. 10 juta lebih, tidak termasuk biaya kerja selama beberapa bulan. “Namanya juga bencana, ya bagaimana lagi, kami pasrah saja semoga ada gantinya melalui usaha lainnya,”ungkapnya. Bahkan, jika nantinya memang ada bantuan dari pemerintah, pihaknya sangat berharap untuk mengurangi beban yang dialami. Sebab, kerugian tidak hanya dialami para petambak ikan, namun para petani di Desanya juga terkena luapan air, meskipun kerugiannya mungkin tidak sebanyak petai tambak. Hal yang sama juga diakui petani tambak asal Desa Marengan Laok, Budiyanto. Menurutnya, sebenarnya masa panen bandeng di tambaknya yang ada di Desa Poja tinggal sebulan lagi sejak masa pembibitan di bulan Nopember 2013 lalu, namun karena sudah terjadi bencana, dirinya hanya bisa pasrah dan berharap ada hikmah dibalik bencana itu. “Kami harapkan nantinya ada perhatkian dari pemerintah dalam meringankan beban kami, karena sebagian hasil panen garam yang disimpan belum sempat dijual, namun sudah ludes bersama air,”tambahnya. ( Ren, Esha )