News Room, Jumat ( 11/01 ) Angin kencang yang terjadi dalam sepekan terakhir ini, menyebabkan ketinggian air laut di Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep naik. Akibatnya, puluhan rumah terendam air laut, seperti di Desa Masalima dan Sukajeruk, Kecamatan/Pulau Masalembu. Camat Masalembu, Wahyu Kurniawan Pribadi, AP menjelaskan, ketinggian air laut yang merendam rumah warga di Dusun Ambulung, Desa Sukajeruk, dan Dusun Tanjung Batu, Desa Masalima, mencapai 1 meter. “Kejadian ini baru pertama kali. Banyak warga yang kaget, karena tidak biasanya air laut sampai naik ke teras rumah. Akhirnya warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata Wahyu, Jumat (11/01). Naiknya air laut itu, kata Wahyu, juga membuat jalan-jalan utama di beberapa dusun tergenang air dan tidak bisa dilewati. Akibatnya, aktifitas warga setempat lumpuh. “Meski demikian, kami tetap meminta warga agar tidak panik, dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,”terangnya. Wahyu mengungkapkan, pihaknya bersama jajaran forum pimpinan kecamatan, meminta agar para Kepala Desa menghimbau warganya untuk menjaga kamtibmas secara mandiri. “Jangan sampai situasi panik seperti sekarang, dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Makanya kamtibmas secara mandiri harus digalakkan,”ungkapnya. Sebelumnya, pada Selasa (08/01) malam, angin kencang melanda Desa Karamian, kepulauan/kecamatan Masalembu. Akibatnya, 60 rumah warga mengalami kerusakan. Bahkan, angin kencang juga sempat melanda Pulau/Desa Karamian. Beberapa rumah di pulau yang memerlukan waktu tempuh 5 jam dari ibu kota Kecamatan Masalembu ini rusak berat. Bahkan perumahan guru SDN karamian 3 juga roboh diterjang angin kencang. ( Nita, Esha )