Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-09-2012
  • 733 Kali

Agen Elpiji Di Sumenep Kurang, Suplay Ke Kepulauan Minim

News Room, Selasa ( 11/09 ) Kurangnya agen elpiji di Kabupaten Sumenep, yang hanya berjumlah 4 agen, mengakibatkan pendistribusian (suplay) elpiji utamanya ukuran 3 kilogram, ke wilayah kepulauan setempat minim. Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Syaiful Bahri, M.Si menjelaskan, hingga saat ini, jumlah agen elpiji setempat hanya 4 orang (pengusaha), dan semuanya berdomisili di wilayah daratan. “Ini tidak sebanding dengan wilayah Sumenep yang memiliki 9 Kecamatan kepulauan. Apalagi, tanggung jawab mereka yang sebenarnya juga untuk Kecamatan daratan. Sementara agen elpiji yang khusus menangani pasokan elpiji ke wilayah kepulauan, tidak ada. Akibatnya pendistribusian elpiji ke kepulauan minim,”katanya. Dalam kondisi normal, kata H. Syaiful, untuk kepulauan membutuhkan suplay elpiji sebanyak 30.000 per-bulan, namun disaat lebaran kemarin meningkat. Sementara, pasokan elpiji kekepulauan masih dibawah kebutuhan warga setempat. “Minimnya pasokan elpiji ke kepulauan, membuat warga sering kali mengalami kekurangan gas tabung elpiji. Ditambah sering terjadinya cuaca buruk, sehingga pasokan terhambat,”terangnya. Berdasarkan data, untuk bulan Agustus lalu, suplay tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram ke Kecamatan/pulau Sapeken sebanyak 8.625 tabung, untuk ukuran 12 kilogram sebanyak 175 tabung. Kecamatan Arjasa sebanyak 8.609 tabung ukuran 3 kilogram, dan 424 tabung ukuran 12 kilogram. Masalembu sebanyak 6269 tabung ukuran 3 kilogram, dan 307 ukuran 12 kilogram. Kecamatan Raas sebanyak 3.800 tabung ukuran 3 kilogram, dan ukuran 12 kilogram nihil. Kecamatan Gayam sebanyak 1.400 tabung ukuran 3 kilogram, dan 14 tabung ukuran 12 kilogram. Kecamatan Kangayan sebanyak 2.928 tabung ukuran 3 kilogram dan 100 tabung ukuran 12 kilogram. “Secara total sebanyak 30.376 tabung elpiji yang dipasok kewilayah kepulauan pada bulan Agustus 2012. Padahal, kebutuhan tabung gas elpiji kepulauan diatas 37.000 tabung per-bulannya,”ujarnya. H. Syaiful mengungkapkan, secara kelembagaan, pihaknya memang menginginkan dan mendorong ada warga Sumenep yang menjadi agen elpiji dengan wilayah tanggung jawab khusus kepulauan. Namun, hingga saat ini memang belum ada. “Secara umum, persyaratan untuk menjadi agen elpiji yang bertanggung jawab untuk pasokan ke wilayah kepulauan, tidak jauh berbeda dengan daratan. Namun, memang ada satu syarat lain yang harus dipenuhi agen elpiji untuk wilayah kepulauan, yakni memiliki gudang penyimpanan tabung gas di kawasan pelabuhan, dalam hal ini di Pelabuhan Kalianget,”ungkapnya. Gudang penyimpanan itu harus disiapkan lebih dulu oleh calon agen elpiji, sebagai antisipasi, jika terjadi cuaca laut buruk, dan selanjutnya tidak ada kapal maupun perahu yang berlayar ke wilayah kepulauan. “Kalau tidak ada gudang penyimpanan, tabung gas itu dikhawatirkan akan diletakkan di tempat terbuka di kawasan pelabuhan selama cuaca laut buruk. Kondisi tersebut dinilai membahayakan, karena tabung gas dalam posisi dijemur atau terkena sinar matahari secara langsung,”pungkasnya. ( Nita, Esha )