Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-04-2017
  • 389 Kali

Adanya Pegiat Anti Narkoba, Tahun Depan ASN Bebas Narkoba

Media Center, Rabu ( 05/04 ) Apresiasi Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap persoalan lingkaran hitam penyalah gunaan narkoba di Kabupaten paling timur di Pulau Madura ini betul-betul serius. Salah satunya tentu dengan melakukan pembersihan terhadap para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari narkoba.

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menegaskan, jika upaya yang dilakukan Pemkab Sumenep bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep tidaklah main-main. Karena itu, pihaknya secara internal sudah membentuk Pegiat Anti Narkoba  di masing-maisng Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk selalu memberikan pemahaman kepara seluruh ASN tentang bahaya narkoba.

“Jika semua pegiat anti narkoba ini bergerak, kami yakin tahun depan semua ASN akan benar-benar negatif narkoba, karena ini penting sebagai contoh bagi masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (05/04).

Salah satu upaya untuk memaksimalkan kinerja para Pegiat Anti Narkoba, tentunya memang diakui orang nomor dua di Pemakab Sumenep ini perlu mengikuti berbagai pelatihan dan pembinaan dari BNN untuk selanjutnya bisa diketuk tularkan kepada ASN lainnya di lingkungan kerjanya.

Bahkan, untuk seluruh pimpinan OPD juga diinstruksikan melakukan pengawasan ketat dan berkelanjutan agar birokrasi di Sumenep benar-benar bebas dari barang haram tersebut. Apalagi saat ini Sumenep termasuk zona merah daerah rawan penyalahgunaan narkoba karena jumlah kasus penyalah gunaan obat obatan terlarang itu terus meningkat.

“Jika dari data yang ada, pada tahun 2015 jumlah kasus narkoba di Sumenep mencapai 43 kasus, dan tahun 2016 meningkat menjadi 47 kasus dengan 59 tersangka, tahun berikutnya harus terus berkurang,”tambahnya. ( Ren, Esha )