News Room, Selasa ( 09/09 ) Menindaklanjuti Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 tahun 2008 tentang Hemat Energi dan Air, maka hampir seluruh mobil dinas Satuan Unit Kerja (Satker) Pemerintah Kabupaten Sumenep menggunakan teknologi Water for Gas. Alhasil, keuntungan didapatkan setelah memakai teknologi itu, terutama terhadap BBM (bahan bakar minyak) lebih hemat sebesar 30 persen. Kepala Kantor ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) Kabupaten Sumenep, Drs. M. Fadillah, MM mengakui, jika Water for Gas itu mampu menghemat BBM. Sebab, sesuai uji coba yang sudah dilakukannya, biasanya perjalanan menuju Surabaya menghabiskan dana BBM sekitar Rp. 200.000,00, tapi dengan teknologi Water for Gas ini, uang BBM yang dikeluarkan hanya sebesar Rp. 75.000,00. “Ini sangat luar biasa. Makanya, 80 persen mobil dinas Satker utamanya Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah, sekarang sudah menggunakan Water for Gas. Selain hemat BBM, nantinya juga bisa menghemat anggaran,â€Âterangnya. Ia berharap kedepan hemat energi dengan menggunakan teknologi ini, tidak hanya diterapkan dilingkungan instansi Pemkab saja, tapi diikuti oleh seluruh komponen masyarakat Sumenep. “Diluar daerah sudah banyak menggunakan teknologi Water for Gas, khususnya dipasang diangkot-angkot,â€Âkata Fadillah, dikantor ESDM, Jalan Dr. Cipto, Sumenep, Selasa (09/09). Keuntungan dari teknologi Water for Gas tersebut, kata dia, selain menghemat BBM, tapi juga ramah lingkungan. Sebab, Carbon Monoksida (CO) atau gas buang yang dikeluarkan relatif kecil. “Misalnya gas buang dari batas maksimal 4,5 persen. Namun dengan alat ini CO yang dikeluarkan hanya 0,213 persen,â€Âujarnya. Fadillah menjelaskan, masih minimnya pengguna alat ini, dikarenakan terbatasnya tenaga mekanik pemasang teknologi Water for Gas tersebut. Di Jawa Timur saja baru tersedia 2 orang mekanik, makanya Pemkab Sumenep berinisiatif untuk mengirim beberapa orang untuk dilatih menjadi tenaga mekanik pemasang alat ini. “Teknologi Water for Gas tersebut, saat ini memang belum dijual bebas. Dikarenakan penemu alat ini belum dicantumkan atau di hak patenkan. Untuk harga pemasangan tabung itu sebesar Rp. 400.000,00,†paparnya. Fadillah menambahkan, Water for Gas ini merupakan salah satu solusi yang ideal dalam mengatasi krisis bahan bakar. Sebab, diketahui hingga sekarang krisis bahan bakar masih menjadi kendala. Jadi, apabila rata-rata kendaraan, baik pribadi maupun umum menggunakan alat ini, berarti setiap kendaraan akan terjadi penghematan 30 persen BBM. “Bisa kita bayangkan, dengan menggunakan alat itu berapa persen penghematan energi yang diperoleh,â€Âtegasnya. ( Nita, Esha )