News Room, Kamis ( 23/01 ) Cuaca ekstrem yang masih melanda perairain Sumenep, menyebabkan sekitar 50 penumpang asal Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, keleleran di Pelabuhan Kalianget. Mereka terpaksa menginap di pelabuhan, karena tidak ada kapal yang berani berlayar. Salah satu penumpang asal Desa Torjak, Kecamatan Kangayan (Pulau Kangean), Sukardi, menuturkan, dirinya sudah 11 hari tidur di pelabuhan. Dirinya terpaksa menginap di pelabuhan karena tidak ada sanak saudara di daratan. Sedangkan untuk menyewa penginapan, dirinya tidak punya uang yang cukup. “Saya hanya bawa uang secukupnya. Tidak mungkin bisa untuk tinggal di hotel. Jadi saya terpaksa tidur di pelabuhan, menunggu kapal bisa berlayar,”kata Sukardi, Kamis (23/01). Ia menceritakan, dirinya terjebak cuaca buruk setelah tiba dari Situbondo menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, namun ketika hendak kembali ke Kangean melalui Pelabuhan Kalianget, ternyata ombak besar dan kapal tidak bisa berlayar. Karena bekal sudah habis, awalnya dirinya tidur di warung-warung sekitar pelabuhan. Baru 2 hari lalu dirinya bersama puluhan penumpang lain diijinkan tidur di ruang tunggu Pelindo III. Ia juga mendapat bantuan makanan dari Pemkab Sumenep. “Alhamdulillah, sudah 2 hari ini kami mendapat bantuan makanan dari Pemkab 3 x sehari. Saya juga diijinkan tinggal di dalam ruang tunggu pembelian tiket ini,”terangnya. Ia berharap cuaca segera membaik, sehingga dirinya bisa segera kembali ke Pulau Kangean. "Kalau informasinya sih kapal akan berangkat tanggal 25 Januari. Tapi itu juga masih melihat kondisi ombak,”ungkapnya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget meminta seluruh pelayaran ke wilayah kepulauan Sumenep waspada, karena kondisi cuaca yang ekstrem. Ombak di perairan Kangean berkisar 3 hingga 4 meter, dan di perairan Masalembu mencapai 5 meter. Karena itu, Syahbandar Kalianget mengimbau seluruh pelayaran ke kepulauan ditunda, dengan pertimbangan keselamatan. Cuaca ekstrem ini diperkirakan bertahan hingga akhir pekan ini. ( Nita, Esha )