News Room, Rabu ( 19/08 ) Melalui kegiatan Bimbingan Teknis Usaha Simpan Pinjam (USP) Kelompok Ekonomi Syariah bagi para pengurus Kopersi Wanita (Kopwan) di Sumenep diharapkan dapat memberikan cakrawala pandang bagi pelaku koperasi hingga nantinya mampu meningkatkan usaha Koperasi dengan sistem ekonomi syariah.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Sumenep, Imam Trisnohadi, SH M.Si saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis USP Kelompok Ekonomi Syariah yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, di Hotel C1 Sumenep, Rabu (19/08).
“Kami sengaja menghadirkan nara sumber pelaku Koperasi Syariah asal Sumenep sendiri yang memiliki prestasi nasional, Masyudi, sebagai penggerak KJKS BMT NU Gapura, agar bisa memberikan tips mengembangkan ekonomi syariah melalui koperasi,”ungkapnya.
Sebab, menurutnya, jejak dan langkah Masyudi yang bisa mengembangkan BMT NU Gapura dengan hanya bermodalkan Rp. 400.000,00 saat ini, sudah berkembang pesat hingga memiliki modal mencapai Rp. 49,7 milyar, sehingga memang layak menjadi rujukan study banding dari berbagai daerah untuk belajar pengelolaan Koperasi Syariah ke Sumenep.
Sementara Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Koperasi dan UKM Sumenep, Drs. Moh. Yusran, MM menjelaskan, kegiatan Bimbingan Teknis USP Kelompok Ekonomi Syariah di Kabupaten Sumenep ini diikuti sebanyak 50 orang pengurus Koperasi Wanita (Kopwan) di Sumenep.
“Melalui kegiatan Bintek ini nantinya, Kopwan dipersiapkan menjadi Koperasi Syariah, sekaligus untuk meningkatkan pemahaman bagaimana mengelola dan mengatur usaha simpan pinjam sistem syariah,”tambahnya. ( Ren, Esha )