News Room, Selasa ( 03/12 ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menyiapkan 400 penari keris untuk menyambut kunjungan Presiden Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kabupaten Sumenep, pada Rabu (04/12) besok. Ratusan penari keris itu, nantinya akan membentuk pagar betis saat Presiden SBY tiba di Graha Adi Poday, dan menabur beras kuning. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep, Drs. Bambang Iriyanto, M.Si menjelaskan, penyambutan kedatangn Presiden SBY dilakukan secara istimewa dan bernuansa "sakral", sehingga para penari keris tersebut tidak akan membawa keris, tetapi beras kuning untuk ditabur ketika Presiden SBY tiba di Graha Adi Poday. “Kita ingin kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu, selamat dan membawa berkah bagi masyarakat. Makanya, ketika datang akan ditaburi beras kuning, tujuannya untuk tolak balak,”katanya. Lokasi pertama yang akan dikunjungi Presiden SBY, lanjut Bambang, adalah di Graha Adi Poday untuk melihat hasil kerajinan warga Sumenep. “Dititik awal kunjungan itulah kami sambut dengan berbagai acara,”terangnya. Bambang mengungkapkan, seluruh kegiatan penyambutan kunjungan Presiden SBY sudah tertata rapi, termasuk nantinya ketika akan menuju rumah dinas Bupati Sumenep, akan disambut dengan seribu pemain hadrah. “Semua persiapan penyambutan kunjungan Presiden SBY ke Sumenep, sudah siap, dan tinggal pelaksanaannya,”tegasnya. Presiden SBY dijadwalkan datang ke Sumenep, pada hari Rabu (4/12) sekitar pukul 13:30 WIB, setelah dari Kabupaten Sampang. Di Sumenep, Presiden akan langsung melihat pameran kerajinan di Graha Adi Poday, dilanjutkan dengan istirahat siang. Pukul 19.00 WIB, Presiden SBY dijadwalkan makan malam di Pendopo Sumenep, dilanjutkan acara tatap muka dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, kemudian istirahat malam di Pendopo Keraton. Keesokan harinya, Kamis 5 Desember 2013, Presiden SBY beserta rombongan, pukul 08.00 WIB berangkat meninjau cagar Budaya Asta Tinggi. Pukul 09:00 WIB, rombongan bergerak menuju Kabupaten Pamekasan untuk tanam dan panen jagung di Desa Montok, Kecamatan Larangan.( Nita, Esha )