News Room, Senin ( 10/09 ) Sebanyak 4 ABK (anak buah kapal) KLM Bunga Cahaya yang hilang bersamaan dengan tenggelamnya kapal tersebut, di perairan Giliyang, Kecamatan Dungkek, hingga Senin (10/09) pagi, belum ditemukan. Kabag Operasional Polres Sumenep, Komisaris Polisi Edy Purwanto menjelaskan, penyisiran disekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) masih dilakukan oleh anggota Satpol Air, Polsek Dungkek, dan didampingi Syahbandar Kalianget. "Penyisiran dilakukan sejak kemarin, tapi hasilnya masih nihil. 4 ABK itu belum ditemukan. Pagi ini pencarian kembali dilakukan dengan menyisir perairan Giliyang,"kata Edy, Senin (10/09). Selain itu, kata Edy, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polsek-polsek Kepulauan untuk ikut memantau diperairannya, terhadap keberadaan korban hilang kapal tenggelam. "Kami sudah menginstruksikan pada masing-masing Polsek Kepulauan untuk ikut memantau korban hilang kapal tenggelam tersebut. Dikhawatirkan korban terbawa arus, makanya kami minta seluruh anggota Polsek kepulauan ikut membantu penyisiran dipinggir pantai diwilayahnya,"terangnya. Sebelumnya, KLM Bunga Cahaya milik H. Yusuf, warga Pasean, Pamekasan, tenggelam di perairan Giliyang. Kapal tersebut mengangkut garam dan mangga dengan tujuan Kalimantan. Kapal berangkat dari Pelabuhan Kalianget pada hari Sabtu (09/09) pukul 13.00 WIB, namun pada tengah malam, kapal tenggelam. Musibah tersebut diduga terjadi karena matinya mesin pompa pembuangan air. Akibatnya, air masuk ke kapal, dan kapal pun tenggelam. Kapal tersebut mengangkut 6 ABK. Dan 2 diantaranya selamat, yakni Hamid (38), dan Masnoto (35). Sedangkan 4 lainnya hilang, yakni Sumar (38), Sulik (35), Busin (40), dan Muslih (30), semuanya warga Pasean, Kabupaten Pamekasan. ( Nita, Esha )