News Room, Rabu (17/09); Sebanyak 28 Sarjana mengikuti seleksi administrasi dan wawancara untuk menjadi Pendamping dan Tutor Program Pengurangan Pekerja Anak Program Keluarga Harapan (P3A-PKH) Kabupaten Sumenep. Seleksi tersebut dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumenep, Selasa (16/08) kemarin hingga hari ini Menurut Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan, Perlindungan dan Hubungan Industri Disnaker Sumenep, Daru Sujian Siswanto, SH, pihaknya melaksanakan seleksi kepada para calon pendamping dan Tutor sebagai langkah awal untuk memilih mereka yang benar-benar bisa menjadi motivator anak putus sekolah untuk kembali sekolah. “Disamping akan mendampingi anak di kelas selama sebulan, selama lima bulan mereka juga mendatangi kerumah-rumah anak putus sekolah yang memilih bekerja. Para tutor juga dituntut untuk bisa mengajak mereka kembali ke dunia pendidikan sebagaimana anak lain seusinya yang bersekolah. Untuk tahap pertama menurut Daru, baru diambil 6 pendamping dan 6 orang Tutor. Selanjutnya jika uji coba ini berhasil, maka kemungkinan program ini bisa berlanjut dengan merekrut lagi beberapa pendamping dan tutor. Sedangkan saat ini baru 80 anak RSTM putus sekolah, yang diberi motivasi dan bimbingan agar mereka tertarik mau kembali ke dunia pendidikan. ( Ren, Adjie)