News Room, Selasa ( 28/01 ) Sekitar 20-an perwakilan penumpang jurusan Pulau Sapeken, Sumenep, Selasa (28/01) sore, mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Mereka mendesak kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) I, untuk diberangkatkan ke Sapeken. Salah seorang warga Sapeken, Misriye, mengaku heran tidak berangkatnya kapal DBS I, padahal kapal cepat express bahari 3C bisa berlayar, dari Kangean ke Kalianget, yang tiba pada Selasa (28/01) siang tadi. "Kita kesini minta agar kapal DBS I diberangkatkan ke Sapeken. Tidak ada alasan yang jelas, karena kapal cepat saja yang terbuat dari fiber bisa beroperasi dari Kangean ke Kalianget, tapi kenapa kapal DBS I terbuat dari besi justru takut berlayar,"terangnya. Sempat terjadi aksi dorong-mendorong antara penumpang dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), karena memaksa masuk. Namun aksi mereka terhenti, ketika Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, Achmad Fadhillah, menemui para penumpang. "Kami meminta maaf tidak bisa memaksa kapal DBS I untuk berangkat ke Sapeken, dikarenakan cuaca dilaut masih ekstrem. Ini hasil koordinasi dengan syahbadar dan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)," ujarnya. Menurutnya, kebijakan bisa tidaknya kapal beroperasi itu berada ditangan Syahbandar. "Kalau petugas syahbandar mengijinkan kapal berlayar, ya kami bisa menginstruksikan kapal DBS I berlayar. Jadi kebijakannya berada ditangan syahbadar," tegasnya. Penjelasan Kadishub Sumenep tersebut, nampaknya tidak dihiraukan oleh para penumpang. Terbukti hingga pukul 15.15 menit, mereka tetap bertahan didepan teras kantor Pemkab Sumenep, sambil mendesak kapal DBS I diberangkatkan. ( Nita, Esha )