News Room, Senin ( 18/11 ) Cuaca ekstrem yang melanda perairan Sumenep, menyebabkan dua perahu porsein milik Supahri dan Satnawi, warga Desa Belluk Raja, Kecamatan Ambunten, tenggelam. Kejadian itu bermula saat pemilik perahu menambatkan perahunya dibibir pantai, tepatnya di Pangkalan 2, Pantai Slopeng, tiba-tiba ombak besar disertai angin kencang dan langsung menggulung dua perahu tersebut. Untuk perahu milik Supahri karam di lokasi penambatan, sedangkan perahu porsein milik Satnawi terseret arus hingga 7 kilometer dari tempat semula. Ketika dilakukan pencarian, perahu Satnawi ternyata kandas di perairan Dasuk Timur, Kecamatan Dasuk. Salah satu warga Desa Belluk Raja, Kecamatan Ambunten, Fahrul mengatakan, kedua perahu itu diketahui tenggelam dan hilang pada Senin (18/11) dini hari, ketika masing-masing pemilik hendak melihat perahunya. “Kejadian saat digulung ombak tidak ada yang tahu. Tapi, ketika mau dilihat untuk persiapan memancing ikan, tiba-tiba pemilik perahu kaget melihat perahunya tidak ada dilokasi yang ditambatkan. Yang satu terlihat sudah karam, dan satu lagi hilang yang ditemukan di perairan Dasuk Timur, Dasuk,”terangnya. Kerugian yang dialami pemilik kapal yang tenggelam itu diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. “Kerusakan dua perahu tersebut cukup parah. Bahkan, mesin ditengarai tidak bisa dipakai lagi. Kerugian diperkirakan sampai ratusan juta rupiah. Karena, harga satu perahu porsein bisa mencapai Rp. 300 juta lebih,”ungkapnya. Sementara, disaat cuaca ekstrem seperti saat ini, kapal cepat Express Bahari 3-C gagal berangkat ke Pulau Kangean. Manajer Operasional Kapal Express Bahari 3-C, Barata Kurniawan mengatakan, kapalnya tidak bisa berangkat karena cuaca buruk. “Diperairan Kalianget saja gelombang tinggi dan angin kencang. Jadi, kami tidak berani menambil resiko dengan memberangkatkan kapal yang menuju kangean tersebut. Terpaksa kami gagal berangkat angkut penumpang ke Kangean,”ujarnya. ( Nita, Esha )