Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 23-03-2018
  • 549 Kali

2 Komisi DPRD Bojonegoro Kunjungi Sumenep

Media Center, Jumat ( 23/03 ) Dua Komisi di DPRD Bojonegoro, yakni Komisi B dan C melakukan study banding ke Kabupaten Sumenep, dalam rangka ingin mengetahui pengelolaan Bank Syariah oleh BPRS Bhakti Sumekar Sumenep dan pengelolaan wisata alam yang banyak dimiliki Kabupaten paling timur di Pulau Madura ini.

Meskipun kebetulan para pimpinan dan anggota DPRD Sumenep sedang melaksanakan kegiatan reses, namun rombongan 2 Komisi DPRD Bojonegoro ini tetap bisa diterima dengan baik oleh Sekretaris DPRD Sumenep, yang juga menghadirkan instansi terkait, yakni Pimpinan BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, dan dari Disparbudpora Kabupaten Sumenep.

Sekretaris DPRD Sumenep, Muh. Mulki, kepada wartawan usai menemui tamu Kunker DPRD Kabupaten Bojonegoro di ruang Paripurna DPRD Sumenep, Jumat (23/03) mengungkapkan, kedatangan rombongan 2 Fraksi DPRD Bojonegoro tetap diterima dengan baik, meskipun para pimpinan dan anggota DPRD Sumenep sedang tidak bisa menemui tamu Kunker tersebut.

“Syukurlah, mereka bisa kami terima dengan baik, dan mereka bisa mendapat penjelasan dari perwakilan Disparbudpora berkaitan dengan sektor pariwisata, dan dari BPRS Bhakti Sumekar berkaitan dengan Bank Syariah,” ungkapnya.

Sementara Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kushariyanto mengungkapkan, kehadirannya ke Sumenep memang karena dari sisi masyarakat di Bojonegoro sangat bisa menerima, jika memang nantinya ada Bank Syariah lokal yang dikelola secara syariah.

“Sebab, kami sudah punya Peraturan Daerah (Perda) tentang Bank Syariah, namun belum bisa mewujudkannya, padahal kami rasa ingin benar-benar bisa membantu kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan, Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi yang juga mengaku sangat salut dengan potensi wisata alam yang dimiliki Kabupaten Sumenep, yang ternyata bisa dieksplorasi dengan baik dan dengan kultur yang bisa dijual.

“Ada yang menarik yang dipaparkan tadi dari Disparbudpora, bagaimana perpaduan kondisi alam yang bagus dan budaya menjadi bagian marketing pariwisata yang nantinya mungkin bisa diimplementasikan pula di Bojonegoro,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Politisi cantik ini mengaku kagum dengan potensi yang ada di Sumenep, khususnya  di bidang pariwisatanya, dan keinginannya untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengelolaan pariwisata, karena saat kunjungannya ke Sumenep tahun 2017 lalu sempat bertemu dengan TV Nasional yang sedang meliput pariwisata di Sumenep, dan ternyata sudah banyak TV Nasional yang melakukan liputan di Sumenep, sehingga bisa dikenal di mana-mana. ( Ren, Esha )