Media Center, Jumat ( 23/03 ) Dua Komisi di DPRD Bojonegoro, yakni Komisi B dan C melakukan study
banding ke Kabupaten Sumenep, dalam rangka ingin mengetahui pengelolaan
Bank Syariah oleh BPRS Bhakti Sumekar Sumenep dan pengelolaan wisata
alam yang banyak dimiliki Kabupaten paling timur di Pulau Madura ini.
Meskipun kebetulan para pimpinan dan anggota DPRD Sumenep sedang
melaksanakan kegiatan reses, namun rombongan 2 Komisi DPRD Bojonegoro
ini tetap bisa diterima dengan baik oleh Sekretaris DPRD Sumenep, yang
juga menghadirkan instansi terkait, yakni Pimpinan BPRS Bhakti Sumekar
Sumenep, dan dari Disparbudpora Kabupaten Sumenep.
Sekretaris DPRD
Sumenep, Muh. Mulki, kepada wartawan usai menemui tamu Kunker DPRD
Kabupaten Bojonegoro di ruang Paripurna DPRD Sumenep, Jumat (23/03)
mengungkapkan, kedatangan rombongan 2 Fraksi DPRD Bojonegoro tetap
diterima dengan baik, meskipun para pimpinan dan anggota DPRD Sumenep
sedang tidak bisa menemui tamu Kunker tersebut.
“Syukurlah, mereka
bisa kami terima dengan baik, dan mereka bisa mendapat penjelasan dari
perwakilan Disparbudpora berkaitan dengan sektor pariwisata, dan dari
BPRS Bhakti Sumekar berkaitan dengan Bank Syariah,” ungkapnya.
Sementara Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kushariyanto
mengungkapkan, kehadirannya ke Sumenep memang karena dari sisi
masyarakat di Bojonegoro sangat bisa menerima,
jika memang nantinya ada Bank Syariah lokal yang dikelola secara
syariah.
“Sebab, kami sudah punya Peraturan Daerah (Perda) tentang
Bank Syariah, namun belum bisa mewujudkannya, padahal kami rasa ingin benar-benar bisa membantu kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ditambahkan, Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi yang juga
mengaku sangat salut dengan potensi wisata alam yang dimiliki Kabupaten
Sumenep, yang ternyata bisa dieksplorasi dengan baik dan dengan kultur
yang bisa dijual.
“Ada yang menarik yang dipaparkan tadi dari
Disparbudpora, bagaimana perpaduan kondisi alam yang bagus dan budaya
menjadi bagian marketing pariwisata yang nantinya mungkin bisa
diimplementasikan pula di Bojonegoro,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Politisi cantik ini mengaku kagum dengan potensi yang ada di Sumenep,
khususnya di bidang pariwisatanya, dan keinginannya
untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengelolaan pariwisata, karena
saat kunjungannya ke Sumenep tahun 2017 lalu sempat bertemu dengan TV
Nasional yang sedang meliput pariwisata di Sumenep, dan ternyata sudah
banyak TV Nasional yang melakukan liputan di Sumenep, sehingga bisa dikenal
di mana-mana. ( Ren, Esha )