News Room, Kamis ( 22/01 ) Selama 3 pekan di bulan Januari 2015, tercatat ada 168 warga Sumenep yang diserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari ratusan penderita DBD itu, 2 diantaranya meninggal dunia.
Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. Hj. Dwi Regnani, M.Kes menjelaskan, penderita DBD tersebut tersebar di 5 Kecamatan. Terbanyak ada di Kecamatan Saronggi, Kota Sumenep, dan Kecamatan Kalianget.
"Penyebaran virus akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti itu mulai berkembang. Bahkan sekarang juga merambat ke Kecamatan Gapura dan Batang-batang,"kata Regnani, Kamis (22/01).
Untuk 2 penderita DBD yang meninggal dunia, karena menolak dirawat lebih lanjut ke Surabaya. "Kondisi 2 penderita itu memang sudah parah dan harus dirujuk ke Surabaya. Tapi keluarganya menolak," terangnya.
Regnani mengungkapkan, jika dibandingkan dengan 2014, angka penderita DBD dalam periode yang sama mengalami penurunan. Pada Januari 2014, jumlah penderita DBD mencapai lebih dari 400 orang.
"Walaupun jumlah penderita turun dibanding tahun lalu, tapi kami tetap waspada dan berupaya melakukan penanganan yang terbaik,"ungkapnya.
Upaya yang dilakukannya, yakni meminta Puskesmas-puskesmas melakukan penyelidikan epidemologi penderita dan lingungan sekitarnya, agar jangan sampai menyebar ke daerah lain. ( Nita, Esha )