News Room, Rabu (10/09) Meskipun 2 gudang perwakilan pembelian tembakau di Madura, khususnya Sumenep sudah menyatakan tutup pada 5 September kemarin. Namun, ratusan hektar tembakau sawah sampai sekarang belum panen, akibatnya petani tembakau merasa resah, sebab dikhawatirkan tidak ada gudang yang akan membelinya. Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumenep, Bambang Heriyanto, menjelaskan, sisa tembakau sawah yang belum panen itu mencapai 117,6 Ha (hektar), dari realisasi tanam 2.351,43 Ha. “Jadi, jumlah ini sudah termasuk relatif kecil, sebab tembakau sawah yang diserap gudang mencapai 2.233,83 Ha,†kata Bambang, kepada sejumlah wartawan, di kantornya jalannya trunojoyo, Sumenep, Rabu (10/09). Ia menambahkan, masih adanya sisa tembakau sawah yang belum panen itu, dikarenakan petani baru menanam tembakau pada awal Agustus, sedangkan gudang pembelian buka pada pertengahan Agustus sampai minggu pertama September kemarin. “Maka secara otomatis tembakau sawah tidak terserap oleh gudang, apalagi tembakau sawah memang tidak diinginkan pihak pabrikan,†terangnya. Karena itu, solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan itu hanya satu, Dishutbun akan mencoba menawarkan tembakau sawah tersebut kepada gudang-gudang kecil. “Kita ketahui jumlah gudang yang melakukan pembelian di Sumenep sebanyak 103 gudang. Sedangkan yang tidak mau membeli tembakau sawah hanya 2 gudang saja, saya kira gudang lainnya akan menerima tembakau sawah kok,†ujarnya. (Nita, Gun)