Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-09-2014
  • 555 Kali

100 Kaum Duafa Dapat Bantuan Dari Dana Simpan Pinjam PNPM

News Room, Kamis ( 04/09 ) Dana simpan pinjam yang dikelola melalui dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) di Kecamatan Saronggi mampu meningkatkan penghasilan, sehingga bisa surplus dari dana hasil simpan pinjam tersebut dan diprogramkan untuk memberikan bantuan kepada kaum duafa yang ada di Kecamatan Saronggi. Pemberian bantuan dalam bentuk sembako kepada 100 kaum duafa tersebut diberikan secara simbolis oleh Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si, di Lapangan Kecamatan Saronggi, Kamis (04/09) yang didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Kabupaten Sumenep, H. Ach. Masuni, SE, MM. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sumenep sempat memberikan apresiasi terhadap para pengelola dana simpan pinjam PNPM di Kecamatan Saronggi, sehingga mampu memberikan manfaat kepada masyarakat miskin di daerahnya, sehingga hal itu perlu juga dikembangkan oleh pengelola dana simpan pinjam PNPM di Kecamatan lainnya untuk mengembangkan kelembagaan dan usahanya, agar bisa lebih mensejahterakan masyarakat. “Jika dana simpan pinjam PNPM dikelola dengan baik, selain bisa menggulirkan dana simpan pinjam di masyarakat, juga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang kurang mampu,”ungkap Kepala BPMP-KB Kabupaten Sumenep, H. Ach. Masuni kepada News Room. Sementara terkait dengan program PNPM yang sudah berakhir di tahun 2014 ini bisa terus dikelola dengan baik. Karena asset yang dimiliki PNPM yang dikelola simpan pinjam se Kabupaten Sumenep mencapai sekitar Rp. 64 milyar. Apalagi sebagai pengganti program PNPM mulai tahun 2015 nantinya akan berkaitan dengan Undang-Undang Desa yang baru, yakni dengan akan dikucurkannya anggaran sebesar Rp. 1 milyar lebih setiap Desa. “Yang jelas, program penguatan untuk memberdayakan masyarakat di Desa, khususnya bagi masyarakat ekonomi menengah kebawah akan semakin memiliki peluang untuk terus berkembang,”tambahnya. ( Ren, Esha )