Media Center, Kamis ( 23/03 ) Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sumenep berupaya agar sektor pertanian meningkat. Salah satu strategi dinas yang saat ini di bawah pimpinan Ir. Bambang Heriyanto, M.Si itu dengan mendesain pola pertanian dari tradisional menjadi modern, sehingga regenerasi petani di Sumenep terus berlanjut.
Bambang, panggilan akrab Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan menyatakan, bahwa tantangan pertanian hari ini adalah pola pikir dari generasi petani. Dan satu-satunya cara yang bisa dilakukan, menurut dia, dengan mengubah cara dan pola dalam pertanian. Status petani saat ini harus berubah menjadi petani modern.
“Yang jelas, untuk regenerasi profesi petani memang harus dipaksakan, bahwa kalau dulu petani yang tradisional sekarang harus menjadi petani modern,”paparnya, beberapa waktu lalu.
Juga, tambah Bambang, yang dimaksud dengan petani modern terletak cara masyarakat bertani. Mulai dari alat-alat mesin pertanian, sistem olah, dan pengelolaan tanah yang bagus. Terbukti, saat ini selain hand tractor, alat untuk memanen padi pun sudah dari mesin, tidak lagi bergantung kepada tenaga manusia.
“Manfaatnya, selain meringankan beban petani, alat tersebut bisa mempercepat roda pertanian, sehingga profesi petani diminati,”katanya.
Terbukti, bahwa profesi petani tidak sepi peminat, Bambang menyebutkan data terakhir di Sumenep, jumlah petani berkisar 600.000 petani. Rincian tersebut hasil dari penjumlahan jumlah Kelompok Tani (Poktan) yang berjumlah 3.900 kelompok. Dengan hitungan rata-rata perkelompok ada 30 anggota.
Kemudian dari masing-masing anggota atau dalam satu Kepala Keluarga (KK) itu terdiri dari 4 orang atau bahkan lebih. “Ini suatu potensi yang luar biasa, karenadi Sumenep memang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani,”ujarnya takjub. ( M Farhan, Esha )