Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-01-2006
  • 2376 Kali

PENGASUH PONDOK PESANTREN MODERN AL-AZHAR SUMENEP

Sumenep-Infokom News Room : Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun. KH. Asrory Hermany Bahaudin, MA, Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Azhar Sumenep, meninggal dunia di RS Harapan Kita Jakarta, kemarin malam, pukul 20.45. Kiai yang dijuluki “Macan Podium� ketika menyampaikan khotbah jum’at ini wafat pada usia 52 tahun. Ribuan masyarakat mengantar jenasah almarhum dari rumah duka, Jalan Setia Budi Nomor 02 Pajagalan Sumenep ke tempat peristirahatan yang terkhir, Minggu (08/01) kemarin pukul 16.00 WIB di pemakaman umum Jeruk Porot Desa Pamolokan Kecamatan Kota Sumenep. Menurut pihak keluarga, almarhumah wafat akibat penundaan operasi jantung, karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. Semasa hidupnya, almarhum adalah lulusan terbaik Ponpes Modern Gontor tahun 1973. Ia juga masih satu almamater dengan Gus Dur di Universitas Baghdad, Irak, pada jurusan filsafat (S1 dan S2). Selain aktifitas keagamaan yang digelutinya, almarhum oleh kalangan aktifis dikenal sebagai sosok yang berani menyuarakan kebenaran dan tidak terbawa arus kekuasaan dan politik praktis. Ucapan turut bela sungkawa mengalir dari beberapa koleganya seperti Bupati Madiun, R. Djunaidi Mahendra, pengusaha, perbankan dari Madura dan Jakarta. “Awal Juli 1994 di Australia, almarhum pernah menjalani operasi by pass jantung koroner. Selanjutnya pada Juli 2005 dilakukan pemasangan ring untuk memacu jantungnya�, kenang Agus Alamsyah, keponakan almarhum. Namun operasi terakhir yang direncanakan, ternyata Sang Kuasa berkehendak lain. Beberapa hari menjelang wafat, almarhum berpesan kepada keluarganya tentang keinginannya yang begitu besar untuk memimpin Ponpes Al-Ahzar dan meneruskan membangun mesjid di sebelah utara kediamannya. Sejumlah Kyai dan pejabat tampak berduka cita dengan kepergian almarhum. Sejumlah Kyai dan pejabat melayat ke rumah duka, seperti KH. Basyir Abdullah Sajjad, KH. Ishomudin, KH. Tijani Djauhari, KH. Tsabit Khazien, KH. Sarqawi, KH. Taufiqqurrahman, KH. Abdullah Kholil dan KH. Safraji. Tampak juga Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, Ketua DPRD Sumenep, KH. Abuya Busro Karim, sejumlah anggota DPRD, serta pejabat lainnya mengantar almarhum sampai peristirahatan terakhir. ( JP, Esha )